Rabu, 07 Oktober 2020
KLG Jawa Tengah kerjasama dengan FPBS UNIV PGRI Semarang dan JATENG POS, akan kembali memfasilitasi pelatihan penulisan artikel ilmiah populer tahap 19 bagi pengawas, kepsek, guru, mahasiswa dan umum.
Pelaksanaan 7,8, 10, 11 Nopember 2020, pendatftaran paling lambat tgl 5 Nopember pukul 00.00 WIB. Hak terbit 2 kali, surat keterangan, softfile materi, pembimbingan/konsultasi, e -sertifikat 32 JP. Buruan daftar di sini https://qrgo.page.link/TMnY8 More informasi pendaftaran ke :085828540161, 081542557038, 085725540477 dan 081325232681.
Silahkan bisa diikuti ...
Salam Literasi
Selasa, 06 Oktober 2020
Alhamdulillah ...
Sudah terbit sebuah buku yang berisikan desiran kalbu Sang Guru saat menyikapi pandemi ini. Air Mata Sang Guru merupakan buku antologi puisi dengan sajak yang menggugah kita bahwa air mata tidak sepenuhnya air mata kesedihan. Namun air mata Sang Guru adalah salah satu bentuk kasih guru akan kondisi siswanya di era merdeka belajar ini.
Selamat Membaca dan Salam Literasi.
Bila berminat memiliki bisa menghubungi WA. 081542557038
Selasa, 29 September 2020
Guru Solutip ( Refleksi Diri Guru yang Berusaha Menjadi Guru)
Nur Rakhmat
Guru SDN Kalibanteng Kidul 01 Semarang
“
Jadi orang yang solutip gitu loh!” itulah petikan dialog Bu Tedjo yang sedang
viral beberapa waktu lalu. Guru sebagai subjek pendidikan di era pandemic dan
era digital ini, hendaknya juga memiliki sikap solutip yang bisa membawa
kebermanfaatan dalam proses belajar mengajar di sekolah maupun di luar sekolah.
Bentuk
guru solutip di era pandemi hemat penulis diantaranya adalah memanfaatkan
sumber daya yang ada. Artinya bisa memaksimalkan potensi yang dimilikinya untuk
berkembang dan bertumbuh bersama mengikuti perkembangan zaman. Karena dengan
mengikuti perkembangan zaman, sikap professional sebagai salah satu satu bentuk
kompetensi yang dimiliki guru selain kompetensi social, pedagogic, dan kepribadian
bisa berperan dalam pendidikan di era kini dan masa depan.
Kemudian,
bentuk guru solutip berikutnya adalah selalu menanamkan, menumbuhkan dan
membiasakan serta membudayakan merdeka belajar. Seperti yang disampaikan oleh Mas
Menteri Nadiem Makarim, bahwa merdeka belajar adalah suatu kemerdekaan berpikir
yang bentuk esensi utamanya berasal dari guru terlebih dahulu kemudian menuju
ke siswa. Maka dari itu, kemerdekaan guru ada mutlak dan harus diutamakan,
termasuk kemerdekaan saat mendidik siswa, kemerdekaan dalam finansial dan
kemerdekaan dalam berkreasi serta menginspirasi serta kemerdekaan berorganisasi.
Bentuk
ketiga dari guru solutip adalah memiliki kompetensi abad 21. Artinya kemampuan
berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreatif harus dimiliki mutlak oleh
guru. Karena dengan guru memiliki kemampuan 4C di era modern 4.0 ini, guru
tidak akan kesulitan dalam proses belajar bersama siswa.
Misal
dalam sikap kreatif, guru bisa membuat media pembelajaran yang menunjang keberhasilan
proses pembelajaran siswa sesuai dengan kondisi yang dihadapainya, bisa yang berbasis
IT ataupun non IT. Dengan kolaborasi, seorang guru bisa dengan mudah berkerja
sama dengan rekan saling belajar dan gotong royong memiliki tujuan untuk
mencerdaskan generasi bangsa.
Bentuk
guru solutip berikutnya adalah guru memiliki karya alias berkarya. Karya
dalam bentuk apa saja? Hemat penulis ada beberapa karya yang bisa dijadikan
sebagai bentuk sikap solutif guru di era pandemic ini, yaitu karya berupa media
pembelajaran dan karya dalam pola pendidikan ke siswa.
Karya
media pembelajaran sangat penting bagi guru, karena mempermudah guru memberikan
materi ajar kepada siswa. Seperti yang dikatakan oleh Sudjana dan Rivai (1992 :
2) bahwa manfaat media dalam proses belajar mengajar, di antaranya yaitu proses
pembelajaran akan lebih menarik perhatian peserta didik, sehingga dapat
menumbuhkan motivasi belajar bagi peserta didik.
Sedangkan
karya dalam pola pendidikan diantaranya guru bisa membangun komunikasi dengan
siswa, tidak hanya sebagai guru namun lebih cenderung menjadi orang tua dan
teman teladan yang baik bagi siswa, karena dengan cara keteladanan inilah guru
bisa mendampingi dengan baik proses pendidikan dan pola asih, asah, asuh guru di
sekolah memberikan bekah untuk generasi penerus bangsa yang semakin cerah.
Namun,
agar guru solutip benar benar bisa memberikan solusi, dibutuhkan sikap moral
positif atau akhlakul karimah, keteladanan, dan sikap istiqomah dari
masing masing guru sehingga guru benar benar bisa menjadi teladan, diguru
lan ditiru serta bermutu dan berdedikasi tinggi demi pendidikan Indonesia yang
lebih maju serta unggul, cerdas, bermoral dan berkarakter.
Nama : Nur Rakhmat,S.Pd.
Guru SDN Kalibanteng Kidul 01. Kota Semarang. Hp. 081542557038. Email : nurrakhmatcahayakasihsayang@yahoo.com. Jln. Candi Intan V No.1129 Rt.07 Rw.09 Kelurahan Kalipancur Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang 50183
Selasa, 01 September 2020
Suara
di Balik Kaca
Karya
: Kang Rakhmat
Masih
ingatkah Kau ketika Sang Kala hendak menjadi biang cerita?
Masih
ingatkah Kau ketika dunia dalam berita selalu menjadi tanda?
Suara
di balik kaca
Suara
yang penuh tanda tanya
Suara
yang menggema bagai kalam yang tiada sebatas istilah semata
Suara
yang katanya sekarang menjadi primadona insan dunia
Suara
yang penuh ilusi cerita cinta insan pembeda
Wahai
kawan penghamba saloka
Wahai
kawan pelaku titah wacana
Wahai
kawan pemandu dharma ganesha
Suara
di balik kaca hanyalah sebongkah asa
Suara
di balik kaca hanyalah satu cara mengguncang frasa isi jiwa
Suara
di balik kaca bukan utama namun penuh makna
Suara
di balik kaca bukanlah suatu tanda resesi cinta
Namun
…
Apakah
kini Kau sadari kawan?
Suara
di balik kaca terus menggema melangkah bersama gelora Sang Begawan Tinta
Suara
di balik kaca menjadi primadona walau banyak pencela meniup bara
Suara
di balik kaca menjadi irama dalam notasi birama penuh rima
Suara
di balik kaca menjadi terbuka kala waktu tiada habis berkata
Suara
di balik kaca menjadi idola sebuah asa yang menggelora
Suara
di balik kaca menjadi pelipur lara hati yang terluka
Dan
kau harus tiada terlupa kawan!
Suara
di balik kaca
Seolah
menjadi tanda sebuah budaya
Suara
di balik kaca
Seolah
menjadi pengelana dalam langkah jiwa tiap pemuda
Suara
di balik kaca
Bagai
fatamorgana cerminan jiwa muda tiada tertanda
Suara
di balik kaca
Bagai
pengikat rindu roda roda cinta penguat figur sorga
Suara
di balik kaca
Seolah
menjadi pertanda bahwa kita harus sudah menjadi esok lusa
Suara
di balik kaca
Tetap
menggoda jiwa sanubari penuh tanda tanya dalam bingkai menggapai makna
Pasadena,
01092020.0000
Sabtu, 22 Agustus 2020
Maju Tak Gentar Menggapai Merdeka Belajar
Oleh
: Nur Rakhmat
Merdeka
belajar !
Itulah
harapan semua insan pendidikan agar pendidikan benar benar bisa membawa peruahan
ke arah yang lebih baik. Namun demikian, guna mewujudkan merdeka belajar yang konsep
pokok dan teknisnya masih dalam taraf pembahasan seputar Ujian Sekolah
Berstandar nasioanl, Ujian Nasional, RPP dan penerimaan siswa baru tentu tidaklah
mudah. Dibutuhkan inovasi lebih agar merdeka belajar benar benar bisa terwujud.
Lebih lebih saat ini bangsa kita sedang terdampak virus covid 19. Tentu dibutuhkan
sebuah terobosan penting agar kondisi merdeka belajar bisa dirasakan oleh semua
pihak.
Dan
hemat kami terobosan yang tepat saat ini guna mewujudkan merdeka belajar adalah
dengan gotong royong memerdekakan guru, orang tua dan siswa dari segala factor yang
menghalanginya. Ini penting karena guru, orang tua dan siswa adalah satu kesatuan
alias sebuah tri tunggal yang harus diperlakukan sama agar bisa mencapai
kondisi merdeka belajar yang diharapkan.
Bergotong
royong
Benar,
gotong royong hemat kami adalah Langkah tepat guna membawa unsur tri tunggal
tersebut dalam kondisi merdeka. Mengapa demikian? Saat ini bangsa kita masih
dalam kondisi pandemic. Dan mau tidak mau proses pembelajaran dan hasil
belajarpun tentu tidak akan sesuai target atau tidak akan lebih baik daripada
saat pembelajaran di luar pandemic yang berlangsung tatap muka dan bisa
berinteraksi langsung antara guru, orang tua dan siswa.
Sehingga
dengan kondisi itu menuntut guru, orang tua dan siswa untuk bertindak lebih
agar tujuan dan target pembelajaran bisa tercapai lebih optimal, termasuk dalam
penyediaan sarana prasarana untuk pembelajaran daring maupun pembelajaran jarak
jauh ini. Nah, di sinilah gotong royong semua unsur dibutuhkan agar proses
pembelajaran khususnya dan proses pendidikan pada umumnya bisa tercapai lebih
optimal.
Bentuk
gotong royongnya yang pertama adalah mendukung progam pemerintah, khususnya
terkait pembelajaran di era pandemic. Penerapannya antara lain guru mengajar
secara optimal namun tetap memperhatikan kondisi siswa dan keluarganya. Orang tua
mendukung apa yang dilakukan guru dan siswa tetap belajar sesuai dengan kebutuhan
dan tahapannya.
Artinya
adalah ada kondisi saling support dan saling memahami antara unsur guru oang
tua dan siswa serta masyarakat. Sehingga dengan adanya unsur saling memahami
kondisi saat ini satu sama lain, proses Pendidikan bisa berjalan tenang untuk
tetap dalam menggapai kondisi merdeka belajar.
Yang
kedua adalah adanya memaksimalkan potensi yang ada. Artinya Pendidikan tetap
berproses dan berjalan sesuai dengan pola yang ada. Sehingga, dengan system tersebut
Pendidikan benar benar bisa membawa dan merubah kondisi pandemic menjadi asset unggulan
bangsa untuk tetap bertahan dan mencapai kondisi merdeka belajar serta mampu mewujudkan
tujuan nasional bangsa yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa yang didasari pada
kesadaran kritis untuk tetap bertindak guna mencapai kondisi tersebut.
Dan
yang ketiga adalah kolaborasi Bersama untuk merdeka belajar. Artinya ada
kolaborasi antara guru, orang tua, dan siswa serta pihak lainya yang peduli Pendidikan.
Sehinnga dengan adanya kolaborasi ini harapannya semua unsur masyarakat
terlibat guna membentuk merdeka belajar yang baik.
Namun
demikian, konsistensi dan komitmen semua pihak sangat dibutuhkan agar merdeka
belajar bisa menjamin Pendidikan tetap mampu mewujudkan peserta didik berkahlak
mulia dan memiliki kecerdasan serta kekuata spiritual agama seperti yang diamanatkan
dalam undang undang system Pendidikan nasional. Merdeka !
Nama : Nur
Rakhmat,S.Pd.
Guru SDN Kalibanteng Kidul 01. Kota Semarang.
Search
Video
Kurtilas







