Oleh: Nur Rakhmat, S.Pd

Rabu, 14 Juli 2021

On 08.22 by Nur Rakhmat in    55 comments

Perhatikan Gambar yang ada

Tugasnya adalah

Gambar tersebut berupa tanaman gandum? Jelaskan cara perkembangbiakannya dan caripula 3 tanaman lain yang cara perkembangbiakannya sama dengan tanaman pada gambar. 

Jawaban dikirim melalui kolom komentar yang ada di blog ini. Selamat Menikmati 

semoga kita semua selalu dalam kesehatan dan keselamatan




Kamis, 11 Februari 2021

On 18.13 by Nur Rakhmat in    2 comments

 Sebuah Persembahan ...

Udan Isuk Iki

kang.rakhmat

Deres teles kebes awak dadi nggreges

Nggreges ndadekke atiku tambah teles

Lemah ireng nangis nganti peteng

Lemah abang saya mbranang kaya bata dibakar merang

Kabeh padha kelangan

Kelangan kahanan kelangan rasa kelangan kanca kang ngajak pepadhang

Udan nderes teles kebes isuk iki

Ndadekke ati krasa kaya ditunyuk eri

Udan isuk iki

Ndadekke awak kaya keli ning kali

Udan isuk iki

Ndadekke mripat tansah mbrebes mili

Nanging aja padha lali

Kandhane Pak Dhe Pri … urip kudu digebuk

Kandhane Pak Dhe Pri … urip dudu gawean weteng thok

Bener tur pener

Awake dhewe uga kudu nduweni PIL kecerdasan dosis tinggi

Iku uga kandhane Pak Dhe Pri

Duh Gusti

Kepiye carane awak iki urip lurus bener pinter ora keblinger?

Kepiye carane awak iki isa dadi pepadhang apik liyan?

Kepiye carane awak iki isa tumandang gawe keapikan?

Aja sumelang lan nduweha wani ing dada supaya menang

Mabura kaya peksi ing gegana

Dadiya pepadhang kaya bagaskara bening ing netra

Nanging tetepa syukur nyang kuasa

Lan aja lali kandhane Sang Penggoda Indonesia

Menawa awake kepingin karep kasil apik kahanan apa wae

Aja wedi ngguyu awake dhewe kaya kandhane Pak Dhe Pri

Udan isuk iki

Pancen ndadeake awakku mbrebes mili

 

                                                                                    IsukIkiIngPasadena

                                                                                    Jumuah,12022021

                                                                                    Tanggane lan muride Pak Dhe Prie

 

 

Sugeng tindak Pakdhe Prie ….

Mugi husnul khotimah

Lan Gusti Alllah tansah paring kesaenan ... 

Lahul fatihah ... 

aamiin

On 07.01 by Nur Rakhmat in    2 comments

 Kasih Di Ujung Waktu

kang.rakhmat

Hai kau yang merasa hati luka bagai emas tumpah dalam darah

Hai kau yang terhina dalam hina dunia fana penuh dosa angkara murka

Hai kau yang bergelut dalam sepi kasih idaman yang terbuang

Hai kau yang berpeluk dalam hidup penuh suluk dalam periuk

Janganlah kamu terlena dan termangu merana

Janganlah kamu terdiam bagai tersumpal dalam mulut lebam

Janganlah kamu merasa paling dosa dalam derita

Bangkit dan raihlah spirit dalam dunia yang sempit

Tegak dan jalanlah dalam hiruk pongah tiada bertindak

Tatap hari esok walau dirimu tanpa sosok

Gapailah impian walau kasih tiada pernah datang menawan

Pancarkanlah pesona walau seribu wajah selalu merona

Tangkaplah harapan walau halangan selalu menghadang

Tenang dan eleganlah ...

Kasih di ujung waktu masih setia menunggu

Kasih di ujung waktu masih merasuk walau asamu kian terpuruk

Kasih di ujung waktu kan jadi pegangan dalam hampa asa terbuang

Kasih di ujung waktu selalu merayu hampa diri penuh arti tiada layu


#PasadenaCitySemarang
#SelfPoetry
#nattensCharm
#AsaSangGuru
#MariSalingMemotivasiDanMenginspirasiDemiKebaikan Negeri
On 05.39 by Nur Rakhmat in    No comments

 Bismillah ...

Sebuah renungan dan harapan ...

Parlemen Modern dan Edukasi Konstitusi

Oleh : Nur Rakhmat

            Indonesia adalah negara besar. Buktinya Indonesia memiliki beragama kekayaan alam dan budaya yang semuanya adalah aset bangsa dan bisa digunakan sepenuhnya untuk kepentingan rakyat.

            Oleh karena itu, agar semua potensi yang dimiliki bangsa ini bisa diefektifkan pemanfaatannya, diperlukanlah suatu pengawasan dan pemantauan yang fungsinya untuk meminimalisir penyimpangan-penyimpangan yang kemungkinan terjadi di masyarakat. Oleh karena itu, DPR termasuk DPRD di dalamnya mempunyai kewajiban dan fungsi yang diharapkan mampu menjadi tameng jika terjadi penyimpangan di masyarakat tersebut.

            Sehingga diperlukanlah suatu formula yang dapat digunakan sebagai bentuk pertanggungjawaban anggota dewan dalam hal ini anggota parlemen sebagai wakil dari rakyat. Jangan sampai parlemen justru tidak bisa menjadi contoh yang baik bagi rakyat yang diwakilinya.

            Maka dari itu, guna mampu menjawab dan mengemban amanat rakyat, DPR menerapkan konsep parlemen modern dalam rencana strategisnya. Dengan salah satu indikatornya adalah penguatan transparansi dan penggunaan teknologi informasi.

            Namun hemat kami, sebelum lebih jauh menerapkan parlemen modern secara menyeluruh. Parlemen hendaknya juga mampu menjadi teladan yang baik atau minimal mampu memberikan dan membudayakan nilai-nilai edukasi bagi yang diwakilinya dalam hal ini rakyat.

            Sebagaimana kita kita ketahui bersama, pasca reformasi di tahun 1998, amandemen terhadap UUD 1945 sudah dilaksanakan sebanyak empat kali. Oleh karena itu, guna meningkatkan dan meringankan anggotanya, parlemen perlu menambah tugas pokok dan fungsi dalam mengemban amanat rakyat tersebut dengan menambah satu fungsi bagi parlemen yaitu fungsi edukasi.

            Mengapa fungsi edukasi perlu ditekankan dan dicanangkan dalam tugas pokok dan fungsi parlemen? Hemat kami dengan adanya fungsi edukasi dalam konsep parlemen modern yang dicanangkan DPR pada rencana strategisnya, parlemen modern tidak hanya sebatas menjadi slogan slogan saja. Namun, parlemen modern bisa benar-benar mengiplementasikan konstitusi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

            Sehingga, dengan adanya fungsi edukasi dalam parlemen modern tersebut, sebelum menjalankan tiga fungsi lainnya yaitu, fungsi legislasi, fungsi pengawasan dan fungsi anggaran, anggota parlemen bisa mengedukasi diri sendiri dan mampu menjadi teladan yang baik bagi diri dan lingkungannya dalam bentuk keteladanan di berbagai hal. Misalnya keteladanan untuk tidak bergaya hidup mewah, keteladanan untuk tidak melakukan Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN), dan berbagai sikap teladan positif lainnya.

            Selain itu, dengan adanya fungsi edukasi pada tugas dan fungsi parlemen modern, diharapkan proses pendidikan atau proses edukasi dari dan bagi anggota parlemen modern bisa berlangsung dengan baik. Dan tentunya regenerasi karakter dan sikap positif bagi generasi penerus bangsa bisa berlangsung terus menerus dan berkesinambungan.

Misalnya, dalam penerapan undang-undang tentang tentang keterbukaan informasi publik. Jika fungsi edukasi dalam bentuk keteladanan dilakukan dengan baik, maka sebelum undang-undang tersebut diuji publik, Undang Undang tersebut diuji privat terlebih dulu terhadap anggota parlemen. Sehingga anggota parlemen benar-benar bisa merasakan apa yang dirasakan oleh rakyat.

Selain itu, jika fungsi edukasi bagi anggota legislasi dilaksanakan dengan penuh tanggungjawab, maka bentuk ideal dari parlemen modern bisa direalisasikan dan bisa dirasakan dampaknya oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dikarenakan, nilai-nilai keteladanan berkonstitusi sudah membudaya dalam keseharian, kapanpun dan di manapun.

Sehingga parlemen modern bisa menjadi teladan dan menjadi edukasi konstitusi dalam hubungan interaksi positif dan produktif serta solusi pasti dalam menangkis erosi dan degradasi moral masyarakat dengan imbas positif menjadikan parlemen modern lebih berwibawa dan bermartabat. Tentunya demi Indonesia yang semakin bermoral dan berkarakter.


#Edukasi

#AsaSangGuru

#KonstitusiUntukKebaikanNegeri

#DemosDanCratos

#MariSalingMemotivasiDanMenginspirasiDemiKebaikanNegeri

           #SuatuMalamDiPasadena



 

 

  

 

Rabu, 10 Februari 2021

On 04.25 by Nur Rakhmat in    3 comments

 

Sepanjang Jalan Terkembang

Kang.rakhmat

Deru mesin meraung siap bertarung tanpa pernah merasa terkurung

Kait denyit roda berpagut bagai semut terhanyut dalam mulut perkutut

Indah! Walau sejatinya tiada pernah lumrah

Nikmat! Bak kereta kencana melesat lewat besi berkarat

Sepanjang jalan terkembang

Sepanjang insan mimpi bagai harum setaman kembang

Sepanjang jalan kenyataan bukan jalan kepalsuan

Sepanjang pengabdian bukan citra pemuas kekuasaan

Hei Paman!

Sepanjang jalan terkembang banyak korban berjatuhan

Sepanjang jalan terkembang banyak lalu lalang terhalang senyum melayang

Hai Paman! Tahukah kamu?

Senyum aspal jalanan merobek roda raja jalanan

Senyum aspal jalanan menarik cinta pengelana jatuh tenggelam

Tenggelam, tenggelam, tenggelam masuk kelam malam

Hai Paman!

Kita tidak butuh asal bapak senang

Kita tidak butuh hanya usapan kasih sayang pencitraan

Kita butuh kenyataan tindakan

Kita butuh sepanjang jalan terkembang

Terkembang senyum raja jalanan

Terkembang senyum pengelana malam

Terkembang senyum pengabdi separuh malam

Bukan malam dirajam durjana kelam

Bukan pula asa yang mengambang

Sepanjang jalan terkembang

Banyak cerita tersampaikan

Banyak khayal kenyataan

Banyak impian perasaan

Banyak jalan kemenangan

Sepanjang jalan terkembang

Bukan cinta dalam dusta

Bukan cinta dalam citra

Bukan pula citra fatamorgana

Kami hanya ingin kenyang asa

Kami hanya ingin kenyang rasa

Kami hanya ingin kenyang karsa

Bukan mencium senyum lebar jalan terkembang dunia fana

                                                            Pasadena10022021

 

#PasadenaCity

#HomeAlone

#PomeriggioInMezzoAllaCittà

#DiSuatuSiangTanpaSengaja

#CatatanBelantaraKota

 

 

 

 

On 01.08 by Nur Rakhmat in    23 comments

 

Tiga Kurcaci Pemberani

Oleh : Nur Rakhmat

Siang itu di Negeri Kakana. “Semuanya sembunyi!” teriak Ludi kurcaci kepada kawan-kawannya.

Mendengar teriakan Ludi, semua kurcaci Suku Kakana bersembunyi di tempat aman. Benar saja, tidak lama kemudian datang raksasa dari Suku Naka-Naka. Mereka adalah raksasa jahat yang suka iseng menginjak-injak kebun jamur kurcaci Suku Kakana. Tidak sedikit Kurcaci Suku Kakana merugi dan kelaparan akibat ulah Suku Naka-Naka.

Suasana mencekam tersebut sudah berlangsung hampir lima tahunan sejak Suku Naka-Naka sering melintasi pemukiman Suku Kakana untuk mencari makanan di wilayah Negeri Bhoma.

“Aku tidak bisa tinggal diam dengan kejadian ini!” kata Ludi kurcaci kepada Lidu kurcaci sahabatnya.

“Apa yang bisa kita lakukan?” jawab Lidu.

“Kekuatan kita tidak sebanding dengan suku raksasa itu.” lanjut Lidu.

Di saat mereka terdiam, Lodi kurcaci datang.

“Hei! Kalian sedang memikirkan apa?” tanya Lodi.

“Kami sedang mencari cara agar Suku Naka-Naka tidak berani lagi sama suku kita!”jawab Ludi.

“O…seperti itu! Sebenarnya, tadi aku dan beberapa kurcaci lain juga sedang memikirkan hal tersebut. Menurut tetua kurcaci, kalau kita berjalan ke arah matahari terbit, pasti mendapat petunjuk!” kata Lodi penuh semangat.

“Ke arah matahari terbit? Ke mana itu?” tanya Lidu bingung.

“Tetua adat tidak mengatakan apa-apa. Dia hanya bilang seperti itu.”jawab Lodi.

Ludi yang saat itu sedang serius mendengarkan perbincangan kedua temannya angkat bicara.

“Kalau memang itu satu-satunya jalan untuk bebas dari penindasan Suku Naka-Naka. Maka perjalanan itu harus kita lakukan!” kata Ludi penuh semangat.

“Kalian mau ikut denganku?” lanjut Ludi.

Lidu dan Lodi saling bertatapan, mereka kompak menganggukkan kepala tanda setuju atas ide Ludi. Dan mereka bertigapun melakukan perjalanan ke arah matahari terbit sesuai petunjuk tetua kurcaci.

            ***

“Huh, sudah hampir lima malam kita berjalan,tetapi belum satupun ada petunjuk!” keluh Lidu.

            “Ayolah, kita tidak boleh putus asa!” kata Ludi kepada Lidu.

            “Benar, kita harus terus berjalan sampai kita menemukan petunjuk!” tambah Lodi.

Tiba-tiba Ludi berteriak. “Hei! Lihat di pohon itu. Di sana kelihatannya ada benda seperti cincin. Ayo kita lihat!”

Mereka bertiga berlari menuju pohon yang dimaksud. Benar juga, di pohon terlihat cincin besar berwarna hitam.

“Sepertinya cincin itu berguna untuk Suku kita.” kata Ludi.

“Tetapi bagaimana cara kita membawa ke perkampungan?” kata Lidu bingung.

“Tenang, kita bisa minta bantuan Peri Blari.” kata Lodi yakin.

Dengan penuh harap, merekapun memanggil Peri Blari.

“Bum bim bam bum…Peri Blari datanglah! Bum bim bam bum…Peri Blari datanglah! Bum bim bam bum…Peri Blari datanglah!

Seketika itu di depan tiga kurcaci, Peri Blari yang baik hati berdiri sambil menyapa penuh hangat.

“Ada apa kalian memanggilku?” tanya Peri Blari.

“Tolonglah kami peri! Kami ingin membawa cincin itu ke perkampungan.” jawab Ludi.

“Baiklah, tetapi sebelum aku kabulkan permintaan kalian, untuk apa cincin besar itu?”

tanya Peri Blari.

“Ceritanya panjang Peri!” jawab Ludi.

Lalu Ludi, Lodi dan Lidu bergantian menceritakan kejadian yang menimpa kurcaci Suku Kakana. Peri Blari kagum atas keberanian dan kegigihan mereka yang rela berkelana untuk menolong kaumnya yang tertindas. Peri Blari pun mengabulkan permintaan ketiga kurcaci pemberani tersebut.

Akhirnya cincin yang diharapkan tersebut berhasil diambil oleh Peri Blari dan diserahkan ke Ludi Kurcaci dan kedua temannya.

“Baiklah! Ayo bersiaplah kembali ke perkampungan kalian” kata Peri Blari.

Kemudian Peri Blari membantu ketiga kurcaci membawa cincin sampai perkampungan mereka.

“Nah, kita sudah sampai. Tugasku mengantar kalian sudah selesai. Sekarang waktunya aku pergi ke Negeri Peri. Semoga kalian berhasil!” kata Peri Blari.

“Trimakasih Peri Blari.” jawab mereka bertiga kompak.

“Lodi, Lidu….segera kumpulkan seluruh penduduk di lapangan.” kata Ludi.

“Baik!” jawab Lidu dan Lodi kompak.

***

Tidak menunggu lama seluruh penduduk Suku Kakana berhasil dikumpulkan di lapangan.

“Wahai penduduk Suku Kakana! Dalam perjalanan ke timur, kami bertiga menemukan cincin besar. Cincin itu bisa kita gunakan untuk menangkal serangan Suku Naka-naka. Tentu…kita ingin terbebas dari penindasan mereka kan?” teriak Ludi lantang.

“Jika kalian setuju, kita harus bersatu! Masuklah kalian ke lingkaran cincin! Ingat jika Suku Naka-Naka lewat mengganggu kita, apapun yang terjadi jangan sampai kalian keluar! Kita semua harus menyerang dan mendorong mereka keluar dari kebun jamur dengan ikatan cincin ini” lanjut Ludi memberikan aba-aba dibantu Lidu dan Lodi.

Seluruh penduduk Suku Kakana menganggukkan kepala tanda setuju. Merekapun bersatu dengan masuk ke cincin sesuai petunjuk Ludi dan sahabatnya.

***

Benar juga, tak lama kemudian, beberapa Suku Naka-Naka lewat dan seperti biasa mereka menginjak-injak kebun jamur Kurcaci Suku Kakana. Namun, tidak seperti biasanya, warga Kurcaci Suku Kakana kali ini tidak tinggal diam, mereka sudah menyatu. Dan sesuai arahan Ludi, Kurcaci Suku Kakana mendorong Suku Naka-Naka yang bermain menginjak-injak kebun jamur mereka sampai jatuh.

Melihat bersatunya Kurcaci Suku Kakana, anggota Suku Naka-Naka lari menuju tepat tinggal mereka. Setelah kejadian itu, tiap kali Suku Naka-Naka melewati perkampungan Suku Kakana, mereka tidak berani lagi bermain menginjak-injak kebun jamur Suku Kakana. Dan Suku Kakanapun hidup tentram, selalu mempunyai cadangan makanan melimpah dan mampu  memberi manfaat bagi suku lainnya.