Rabu, 14 Juli 2021
Perhatikan Gambar yang ada
Tugasnya adalah
Gambar tersebut berupa tanaman gandum? Jelaskan cara perkembangbiakannya dan caripula 3 tanaman lain yang cara perkembangbiakannya sama dengan tanaman pada gambar.
Jawaban dikirim melalui kolom komentar yang ada di blog ini. Selamat Menikmati
semoga kita semua selalu dalam kesehatan dan keselamatan
Kamis, 11 Februari 2021
Sebuah Persembahan ...
Udan
Isuk Iki
kang.rakhmat
Deres teles kebes awak
dadi nggreges
Nggreges ndadekke atiku tambah teles
Lemah ireng nangis
nganti peteng
Lemah abang saya mbranang
kaya bata dibakar merang
Kabeh padha kelangan
Kelangan kahanan
kelangan rasa kelangan kanca kang ngajak pepadhang
Udan nderes teles kebes
isuk iki
Ndadekke ati krasa kaya
ditunyuk eri
Udan isuk iki
Ndadekke awak kaya keli
ning kali
Udan isuk iki
Ndadekke mripat tansah
mbrebes mili
Nanging aja padha lali
Kandhane Pak Dhe Pri … urip
kudu digebuk
Kandhane Pak Dhe Pri … urip
dudu gawean weteng thok
Bener tur pener
Awake dhewe uga kudu
nduweni PIL kecerdasan dosis tinggi
Iku uga kandhane Pak
Dhe Pri
Duh Gusti
Kepiye carane awak iki
urip lurus bener pinter ora keblinger?
Kepiye carane awak iki
isa dadi pepadhang apik liyan?
Kepiye carane awak iki
isa tumandang gawe keapikan?
Aja sumelang lan nduweha
wani ing dada supaya menang
Mabura kaya peksi ing
gegana
Dadiya pepadhang kaya
bagaskara bening ing netra
Nanging tetepa syukur
nyang kuasa
Lan aja lali kandhane Sang
Penggoda Indonesia
Menawa awake kepingin karep
kasil apik kahanan apa wae
Aja wedi ngguyu awake dhewe
kaya kandhane Pak Dhe Pri
Udan isuk iki
Pancen ndadeake awakku
mbrebes mili
IsukIkiIngPasadena
Jumuah,12022021
Tanggane
lan muride Pak Dhe Prie
Sugeng tindak Pakdhe
Prie ….
Mugi husnul khotimah
Lan Gusti Alllah tansah paring kesaenan ...
Lahul fatihah ...
aamiin
Kasih Di Ujung Waktu
kang.rakhmat
Hai kau yang merasa hati luka bagai emas tumpah dalam darah
Hai kau yang terhina dalam hina dunia fana penuh dosa angkara murka
Hai kau yang bergelut dalam sepi kasih idaman yang terbuang
Hai kau yang berpeluk dalam hidup penuh suluk dalam periuk
Janganlah kamu terlena dan termangu merana
Janganlah kamu terdiam bagai tersumpal dalam mulut lebam
Janganlah kamu merasa paling dosa dalam derita
Bangkit dan raihlah spirit dalam dunia yang sempit
Tegak dan jalanlah dalam hiruk pongah tiada bertindak
Tatap hari esok walau dirimu tanpa sosok
Gapailah impian walau kasih tiada pernah datang menawan
Pancarkanlah pesona walau seribu wajah selalu merona
Tangkaplah harapan walau halangan selalu menghadang
Tenang dan eleganlah ...
Kasih di ujung waktu masih setia menunggu
Kasih di ujung waktu masih merasuk walau asamu kian terpuruk
Kasih di ujung waktu kan jadi pegangan dalam hampa asa terbuang
Kasih di ujung waktu selalu merayu hampa diri penuh arti tiada layu
Bismillah ...
Sebuah renungan dan harapan ...
Parlemen
Modern dan Edukasi Konstitusi
Oleh : Nur
Rakhmat
Indonesia adalah negara besar.
Buktinya Indonesia memiliki beragama kekayaan alam dan budaya yang semuanya
adalah aset bangsa dan bisa digunakan sepenuhnya untuk kepentingan rakyat.
Oleh karena itu, agar semua potensi
yang dimiliki bangsa ini bisa diefektifkan pemanfaatannya, diperlukanlah suatu
pengawasan dan pemantauan yang fungsinya untuk meminimalisir
penyimpangan-penyimpangan yang kemungkinan terjadi di masyarakat. Oleh karena
itu, DPR termasuk DPRD di dalamnya mempunyai kewajiban dan fungsi yang
diharapkan mampu menjadi tameng jika terjadi penyimpangan di masyarakat
tersebut.
Sehingga
diperlukanlah suatu formula yang dapat digunakan sebagai bentuk pertanggungjawaban
anggota dewan dalam hal ini anggota parlemen sebagai wakil dari rakyat. Jangan
sampai parlemen justru tidak bisa menjadi contoh yang baik bagi rakyat yang
diwakilinya.
Maka dari itu, guna mampu menjawab
dan mengemban amanat rakyat, DPR menerapkan konsep parlemen modern dalam
rencana strategisnya. Dengan salah satu indikatornya adalah penguatan transparansi
dan penggunaan teknologi informasi.
Namun hemat kami, sebelum lebih jauh
menerapkan parlemen modern secara menyeluruh. Parlemen hendaknya juga mampu
menjadi teladan yang baik atau minimal mampu memberikan dan membudayakan
nilai-nilai edukasi bagi yang diwakilinya dalam hal ini rakyat.
Sebagaimana kita kita ketahui
bersama, pasca reformasi di tahun 1998, amandemen terhadap UUD 1945 sudah
dilaksanakan sebanyak empat kali. Oleh karena itu, guna meningkatkan dan
meringankan anggotanya, parlemen perlu menambah tugas pokok dan fungsi dalam
mengemban amanat rakyat tersebut dengan menambah satu fungsi bagi parlemen
yaitu fungsi edukasi.
Mengapa fungsi edukasi perlu
ditekankan dan dicanangkan dalam tugas pokok dan fungsi parlemen? Hemat kami
dengan adanya fungsi edukasi dalam konsep parlemen modern yang dicanangkan DPR pada
rencana strategisnya, parlemen modern tidak hanya sebatas menjadi slogan slogan
saja. Namun, parlemen modern bisa benar-benar mengiplementasikan konstitusi dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Sehingga, dengan adanya fungsi
edukasi dalam parlemen modern tersebut, sebelum menjalankan tiga fungsi lainnya
yaitu, fungsi legislasi, fungsi pengawasan dan fungsi anggaran, anggota
parlemen bisa mengedukasi diri sendiri dan mampu menjadi teladan yang baik bagi
diri dan lingkungannya dalam bentuk keteladanan di berbagai hal. Misalnya
keteladanan untuk tidak bergaya hidup mewah, keteladanan untuk tidak melakukan
Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN), dan berbagai sikap teladan positif lainnya.
Selain itu, dengan adanya fungsi
edukasi pada tugas dan fungsi parlemen modern, diharapkan proses pendidikan atau
proses edukasi dari dan bagi anggota parlemen modern bisa berlangsung dengan
baik. Dan tentunya regenerasi karakter dan sikap positif bagi generasi penerus
bangsa bisa berlangsung terus menerus dan berkesinambungan.
Misalnya,
dalam penerapan undang-undang tentang tentang keterbukaan informasi publik.
Jika fungsi edukasi dalam bentuk keteladanan dilakukan dengan baik, maka
sebelum undang-undang tersebut diuji publik, Undang Undang tersebut diuji
privat terlebih dulu terhadap anggota parlemen. Sehingga anggota parlemen
benar-benar bisa merasakan apa yang dirasakan oleh rakyat.
Selain
itu, jika fungsi edukasi bagi anggota legislasi dilaksanakan dengan penuh
tanggungjawab, maka bentuk ideal dari parlemen modern bisa direalisasikan dan
bisa dirasakan dampaknya oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini
dikarenakan, nilai-nilai keteladanan berkonstitusi sudah membudaya dalam
keseharian, kapanpun dan di manapun.
Sehingga parlemen modern bisa menjadi teladan dan menjadi edukasi konstitusi dalam hubungan interaksi positif dan produktif serta solusi pasti dalam menangkis erosi dan degradasi moral masyarakat dengan imbas positif menjadikan parlemen modern lebih berwibawa dan bermartabat. Tentunya demi Indonesia yang semakin bermoral dan berkarakter.
#Edukasi
#AsaSangGuru
#KonstitusiUntukKebaikanNegeri
#DemosDanCratos
#MariSalingMemotivasiDanMenginspirasiDemiKebaikanNegeri
Rabu, 10 Februari 2021
Sepanjang
Jalan Terkembang
Kang.rakhmat
Deru mesin
meraung siap bertarung tanpa pernah merasa terkurung
Kait denyit
roda berpagut bagai semut terhanyut dalam mulut perkutut
Indah!
Walau sejatinya tiada pernah lumrah
Nikmat! Bak kereta kencana melesat lewat besi berkarat
Sepanjang
jalan terkembang
Sepanjang
insan mimpi bagai harum setaman kembang
Sepanjang
jalan kenyataan bukan jalan kepalsuan
Sepanjang
pengabdian bukan citra pemuas kekuasaan
Hei Paman!
Sepanjang
jalan terkembang banyak korban berjatuhan
Sepanjang
jalan terkembang banyak lalu lalang terhalang senyum melayang
Hai Paman!
Tahukah kamu?
Senyum
aspal jalanan merobek roda raja jalanan
Senyum
aspal jalanan menarik cinta pengelana jatuh tenggelam
Tenggelam,
tenggelam, tenggelam masuk kelam malam
Hai Paman!
Kita tidak
butuh asal bapak senang
Kita tidak
butuh hanya usapan kasih sayang pencitraan
Kita butuh
kenyataan tindakan
Kita butuh
sepanjang jalan terkembang
Terkembang
senyum raja jalanan
Terkembang
senyum pengelana malam
Terkembang
senyum pengabdi separuh malam
Bukan
malam dirajam durjana kelam
Bukan pula
asa yang mengambang
Sepanjang
jalan terkembang
Banyak
cerita tersampaikan
Banyak
khayal kenyataan
Banyak
impian perasaan
Banyak
jalan kemenangan
Sepanjang
jalan terkembang
Bukan
cinta dalam dusta
Bukan cinta
dalam citra
Bukan pula
citra fatamorgana
Kami hanya
ingin kenyang asa
Kami hanya
ingin kenyang rasa
Kami hanya
ingin kenyang karsa
Bukan mencium
senyum lebar jalan terkembang dunia fana
Pasadena10022021
#PasadenaCity
#HomeAlone
#PomeriggioInMezzoAllaCittÃ
#DiSuatuSiangTanpaSengaja
#CatatanBelantaraKota
Tiga Kurcaci Pemberani
Oleh
: Nur Rakhmat
Siang itu di Negeri Kakana. “Semuanya sembunyi!”
teriak Ludi kurcaci kepada kawan-kawannya.
Mendengar teriakan Ludi, semua kurcaci Suku Kakana
bersembunyi di tempat aman. Benar saja, tidak lama kemudian datang raksasa dari
Suku Naka-Naka.
Mereka adalah raksasa jahat yang suka iseng menginjak-injak
kebun jamur kurcaci Suku Kakana. Tidak
sedikit Kurcaci Suku Kakana merugi dan kelaparan
akibat ulah Suku Naka-Naka.
Suasana mencekam tersebut sudah berlangsung hampir
lima tahunan sejak Suku Naka-Naka sering melintasi pemukiman Suku Kakana untuk
mencari makanan di wilayah Negeri Bhoma.
“Aku tidak bisa tinggal diam dengan kejadian ini!”
kata Ludi kurcaci kepada Lidu kurcaci sahabatnya.
“Apa yang bisa kita lakukan?” jawab Lidu.
“Kekuatan kita tidak sebanding dengan suku raksasa
itu.” lanjut Lidu.
Di saat mereka terdiam, Lodi kurcaci datang.
“Hei! Kalian sedang memikirkan apa?” tanya Lodi.
“Kami sedang mencari cara agar Suku Naka-Naka tidak berani lagi sama suku kita!”jawab Ludi.
“O…seperti itu! Sebenarnya, tadi aku dan beberapa
kurcaci lain juga sedang memikirkan hal tersebut. Menurut tetua kurcaci, kalau
kita berjalan ke arah matahari terbit, pasti mendapat petunjuk!” kata Lodi
penuh semangat.
“Ke arah matahari terbit? Ke mana itu?” tanya Lidu
bingung.
“Tetua adat tidak mengatakan apa-apa. Dia hanya bilang
seperti itu.”jawab Lodi.
Ludi yang saat itu sedang serius mendengarkan
perbincangan kedua temannya angkat bicara.
“Kalau memang itu satu-satunya jalan untuk bebas dari
penindasan Suku Naka-Naka. Maka perjalanan itu harus kita lakukan!” kata Ludi
penuh semangat.
“Kalian mau ikut denganku?” lanjut Ludi.
Lidu
dan Lodi saling bertatapan, mereka kompak menganggukkan kepala tanda setuju
atas ide Ludi. Dan mereka bertigapun melakukan perjalanan ke arah matahari
terbit sesuai petunjuk tetua kurcaci.
***
“Huh, sudah hampir lima malam kita berjalan,tetapi
belum satupun ada petunjuk!” keluh Lidu.
“Ayolah, kita tidak boleh putus
asa!” kata Ludi kepada Lidu.
“Benar, kita harus terus berjalan
sampai kita menemukan petunjuk!” tambah Lodi.
Tiba-tiba Ludi berteriak. “Hei! Lihat di pohon itu. Di
sana kelihatannya ada benda seperti cincin. Ayo kita lihat!”
Mereka bertiga berlari menuju pohon yang dimaksud.
Benar juga, di pohon terlihat cincin besar berwarna hitam.
“Sepertinya cincin itu berguna untuk Suku kita.” kata
Ludi.
“Tetapi bagaimana cara kita membawa ke perkampungan?”
kata Lidu bingung.
“Tenang, kita bisa minta bantuan Peri Blari.” kata
Lodi yakin.
Dengan penuh harap, merekapun memanggil Peri Blari.
“Bum bim bam bum…Peri Blari datanglah! Bum bim bam
bum…Peri Blari datanglah! Bum bim bam bum…Peri Blari datanglah!
Seketika itu di depan tiga kurcaci, Peri Blari yang
baik hati berdiri sambil menyapa penuh hangat.
“Ada apa kalian memanggilku?” tanya Peri Blari.
“Tolonglah kami peri! Kami ingin membawa cincin itu ke
perkampungan.” jawab Ludi.
“Baiklah, tetapi sebelum aku kabulkan permintaan
kalian, untuk apa cincin besar itu?”
tanya Peri Blari.
“Ceritanya panjang Peri!” jawab Ludi.
Lalu Ludi, Lodi dan Lidu bergantian menceritakan
kejadian yang menimpa kurcaci Suku Kakana. Peri Blari kagum atas keberanian dan
kegigihan mereka yang rela berkelana untuk menolong kaumnya yang tertindas.
Peri Blari pun mengabulkan permintaan ketiga kurcaci pemberani tersebut.
Akhirnya
cincin yang diharapkan tersebut berhasil diambil oleh Peri Blari dan diserahkan
ke Ludi Kurcaci dan kedua temannya.
“Baiklah! Ayo bersiaplah kembali ke perkampungan
kalian” kata Peri Blari.
Kemudian
Peri Blari membantu ketiga kurcaci membawa cincin sampai perkampungan
mereka.
“Nah, kita sudah sampai. Tugasku mengantar kalian
sudah selesai. Sekarang waktunya aku pergi ke Negeri Peri. Semoga kalian
berhasil!” kata Peri Blari.
“Trimakasih Peri Blari.” jawab mereka bertiga kompak.
“Lodi, Lidu….segera kumpulkan seluruh penduduk di
lapangan.” kata Ludi.
“Baik!” jawab Lidu dan Lodi kompak.
***
Tidak menunggu lama seluruh penduduk Suku Kakana
berhasil dikumpulkan di lapangan.
“Wahai penduduk Suku Kakana! Dalam perjalanan ke
timur, kami bertiga menemukan cincin besar. Cincin itu bisa kita gunakan untuk
menangkal serangan Suku Naka-naka. Tentu…kita ingin terbebas dari penindasan
mereka kan?” teriak Ludi lantang.
“Jika kalian setuju, kita harus bersatu! Masuklah
kalian ke lingkaran cincin! Ingat jika Suku Naka-Naka
lewat mengganggu kita, apapun yang terjadi
jangan sampai kalian keluar! Kita semua harus
menyerang dan mendorong mereka keluar dari kebun jamur dengan ikatan cincin ini” lanjut Ludi memberikan aba-aba dibantu Lidu dan
Lodi.
Seluruh penduduk Suku Kakana menganggukkan kepala
tanda setuju. Merekapun bersatu dengan masuk ke cincin sesuai petunjuk Ludi dan
sahabatnya.
***
Benar juga, tak lama kemudian, beberapa Suku Naka-Naka lewat dan seperti biasa
mereka menginjak-injak kebun jamur Kurcaci Suku Kakana. Namun, tidak seperti biasanya,
warga Kurcaci Suku Kakana kali ini tidak tinggal diam, mereka sudah menyatu. Dan sesuai
arahan Ludi, Kurcaci Suku Kakana mendorong Suku
Naka-Naka
yang bermain menginjak-injak kebun jamur mereka sampai jatuh.
Melihat
bersatunya Kurcaci Suku Kakana, anggota Suku Naka-Naka lari menuju tepat
tinggal mereka. Setelah kejadian
itu, tiap kali Suku
Naka-Naka melewati
perkampungan Suku Kakana, mereka tidak berani lagi bermain
menginjak-injak kebun jamur Suku Kakana.
Dan Suku Kakanapun hidup tentram, selalu mempunyai
cadangan makanan melimpah dan mampu memberi manfaat bagi suku lainnya.
Search
Video
Kurtilas