Selasa, 02 Juni 2020
Nanti
Kita Cerita Tentang Pramuka
Oleh
: Nur Rakhmat
Guru
SDN Kalibanteng Kidul 01 dan Andalan Ranting Kwaran Semarang Barat
Tepat sebelum Baden Powell Day pada , Sabtu 22 Februari 2020, Pramuka Indonesia berduka. Sebagai insan pendidikan, tentu berita tersebut sangat menggemparkan dan disayangkan, terlebih kegiatan tersebut bertujuan melatih ketahanan mental dan ketahanan fisik siswa melalui Pramuka sebagai ekstrakurikuler wajib di sekolah. Namun, dengan adanya kejadian tersebut. Apakah ada masalah dengan sistem pembinaan yang ada?
Kode Etik Pramuka dan
APE
Pendidikan
dengan berbagai prosesnya, tentu membutuhkan daya dukung kuat dari semua stake
holder pendidikan tersebut. Mulai masyarakat, guru, sekolah, dan siswa. Kejadian
yang menimpa salah satu sekolah di Sleman tersebut bisa dijadikan pelajaran bagi
kita untuk lebih berhati-hati, waspada dan lebih mempertimbangkan berbagai
aspek dalam setiap progam kegiatan.
Pramuka
berdasar Permen No. 63 tahun 2014 adalah ekstrakurikuler wajib jenjang
pendidikan dasar dan menengah, juga berperan penting dalam pembentukan karakter
dan moral siswa. Pendidikan kepramukaan dengan segala nilai dan kode etik kepramukaan
yang dimilikinya juga berperan dalam proses kecakapan hidup, pembentukan
kepribadian, dan akhlak mulia pramuka melalui nilai nilai kepramukaan.
Namun,
hemat penulis, agar pelaksanaan pendidikan kepramukaan mencapai tujuan yang
diharapkan, dibutuhkan APE di dalamnya. APE yang pertama adalah analisis. Analisis
yang dimaksud diantaranya yaitu apa tujuan kegiatan, siapa pesertanya, adakah
risiko yang muncul, bagaimana daya dukung kegiatan, apa metodenya, bagaimana
pelaksanaannya, di mana tempatnya sampai berapa biaya yang dibutuhkan.
Hal
tersebut sangatlah penting, mengingat berdasar informasi yang penulis serap
dari berbagai media, kegiatan susur sungai tersebut tidak ada alat pengaman
diri seperti tali untuk pegangan, hanya menggunakan tongkat pramuka, usia masih
12 sampai 13 tahunan. Dengan kejadian yang ada, tentu ini menandakan masih
kurang jelinya analisis kebutuhan dan risiko dari kegiatan tersebut.
APE
yang kedua, pelaksanaan. Pendidikan kepramukaan hendaknya dilaksanakan berdasar
tujuan dan analis yang baik, sehingga dampak negatif yang ditimbulkan juga bisa
minim. Misalnya di dalam Undang Undang No. 12 tahun 2010 pasal 7 atay 3 D
tentang Gerakan Pramuka dikatakan bahwa metode belajar interaktif dan progesif
dalam pendidikan kepramukaan adalah dengan kegiatan yang menantang.
Namun
yang dimaksud kegiatan menantang di sini bukanlah kegiatan yang membahayakan
dan berisiko tinggi timbul korban. Tetapi, kegiatan atau aktivitas yang
menggugah tekad dan motivasi kuat siswa dalam mengatasi masalah yang dihadapinya.
Kemudian
APE yang terakhir adalah Evaluasi. Evaluasi sangat penting, mengingat evaluasi
yang dilanjutkan refleksi adalah penilaian diri untuk mengukur sejauh mana
ketercapaian tujuan yang diinginkan.
Maka
dari itu, sudah menjadi kewajiban bersama untuk peduli terhadap proses
pendidikan, termasuk pendidikan kepramukaan, agar pendidikan pendidikan
kepramukaan sebagai bagian proses pendidikan nasional mampu membentuk budaya
karakter positif siswa dalam kehidupan keseharian mereka. Sehingga Pramuka dengan segala ketahanannya bisa lebih berdaya guna dalam keseharian.
Dibutuhkan
kemampuan literasi, komitmen dan kesungguhan dari stake holder terkait, agar
pendidikan kepramukaan bisa benar benar membawa perubahan ke arah yang lebih
baik dalam sikap, moral, dan akhlak siswa. Tentu demi pendidikan yang
berkarakter dan generasi yang cerdas serta bermoral.
Salam
Pramuka !
Kamis, 28 Mei 2020
Balada
Buku di Era Modern
Oleh
: Nur Rakhmat
Banyak
yang lupa, jika tanggal 17 Mei merupakan hari Buku Nasional. Buku sebagai
jendela dunia dan cakrawala pengetahuan, tentu banyak mengalami perkembangan. Apalagi
semenjak teknologi komunikasi semakin meningkat, di satu sisi buku, tetap di
hati pencintanya, namun di sisi lain buku semakin tertelan maraknya media
sosial dan segala bentuk informasi digital yang ada.
Padahal
dengan buku kita bisa tahu hal yang belum kita ketahui, kita bisa menjelajah
dunia yang belum pernah kita rambah, kita juga dapat melakukan perjalanan ke
ruang angkasa menelusuri bintang-bintang dan menyusuri dalamnya samudra serta mensyukuri
segala karunia Tuhan dengan buku. Serta kita bisa bangkit dari keterpurukan dan
mejadi lebih kuat dari sebelumnya juga dengan buku.
Momentum
Hari Buku Nasional
Buku
sebagai salah satu sarana mencapai tingkatan tertinggi ilmu pengetahuan dan sebagai
penyalur budaya untuk membentuk karakter positif tentu sangat penting perannya
dalam pembentukan karakter pembacanya, khususnya bagi siswa sebagai generasi
bangsa. Terlebih buku sangat erat kaitannya dengan pembentukan karakter positif
siswa melalui membaca dan menulis sebagai bentuk literasi siswa.
Maka,
hemat penulis, ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk mendorong siswa semakin
tertarik membaca buku. Pertama, optimalkan komunitas cinta buku dengan kegiatan
bedah buku dan diskusi buku. Hemat penulis, hal ini sangat efektif, karena bisa
menumbuhkan sikap ilmiah dan kritis di antara mereka, sehingga dengan sikap
kritis tersebut, bisa muncul pemikiran baru yang berdampak positif dalam
pembangunan fisik maupun mental bangsa.
Kedua,
wujudkan perpustakaan atau taman baca yang representatif dan nyaman untuk
membaca disertai fasilitas internet. Selain bisa menambah animo siswa untuk
membaca, fasilitas internet bisa semakin menambah khasanah ilmu pengetahuan
yang didapat. Misalnya, siswa bisa mengakses infromasi digital bahkan e-book untuk melengkapi apa yang belum
mereka temukan di buku fisik.
Ketiga,
mengefektifkan perpustakaan digital. Hal ini bisa dilakukan dengan cara membuka
akses luas kepada siswa dan masyarakat untuk bisa berkunjung ke perpustakaan
digital yang disediakan oleh instansi atau lembaga tertentu. Sehingga dengan
adanya perpustakaan digital ini, pengetahuan yang mereka dapat bisa semakin
luas.
Keempat,
budayakan gemar membaca sejak dini. Salah satu usaha yang bisa dilakukan adalah
keteladanan dari guru maupun orang tua dalam bentuk komunikasi antara orang tua
dan guru. Misalnya di sekolah siswa melakukan kegiatan Tadarus Buku bersama, maka di rumah orang tua mempunya kewajiban
mengecek buku apa yang sudah dibaca, amanatnya apa dan lain sebagainya.
Dan
yang terakhir adalah menggalakkan progam “Bisa
Lisku” atau progam Bisa Menulis Buku. Artinya dengan progam ini semua
elemen masyarakat, termasuk siswa bisa menulis buku sebagai sarana menggerakan
literasi baca tulis sekaligus barter pengetahuan antar penulis buku. Sehingga
diharapkan adanya progam ini khasanah keilmuan meningkat dan buku di era modern
ini masih bisa eksis membersamai pembacanya.
Namun,
agar semua bisa berjalan lancar, dibutuhkan komitmen dan sikap istiqomah dari
semua elemen masyarakat untuk tanpa lelah menghasilkan buku yang berkualitas
dan berkarakter positif. Sehingga buku sebagai wadah dwi tunggal literasi yaitu membaca dan menulis bisa selalu bisa
menjadi penerang kalbu bagi para pencari dan pencinta ilmu. Serta Indonesia benar benar bisa menjadi
negara yang bermoral serta berkarakter akhlakul karimah.
Kamis, 16 April 2020
Rabu, 15 April 2020
Oiya, tugas kali ini untuk kelas 6 SDN Kalibanteng Kidul 01 Semarang, boleh juga dishare ke kelas lain seperti kelas 5 sampai kelas 1atau SD lain juga boleh.
Oiya bapak ibu orang tua, dan pembaca juga boleh memberikan motivasi lewat kolom komentar ya..
Tugasnya adalah Pak Rakhmat minta bantuan anak anak semua, agar menulis pesan pesan kalimat motivasi dan inspirasi kepada seluruh masyarakat Indonesia, utamanya teman teman pelajar di kolom komentar.
Bapak ibu juga sangat diharapkan kalimat motivasi dan inspirasinya di kolom komentar lo..
Ingat sebagai bangsa yang berkarakter, kalimat pesan, motivasi dan kalimat inspirasi gunakan bahasa yang sopan ya.
Terimakasih, semoga apa yang kita tulis semakin bisa menjadi amal ibadah kita dan menjadi salah satu usaha kita membantu dan saling memotivasi serta menginspirasi sesama agar tetap sehat dan kuat di tengah wabah covid 19.
Salam Motivasi !
#BelajarDiRumah
#SalingMemotivasiDanMenginspirasiDemiKebaikanNegeri
Cara mengerjakan adalah
1. Tulis tugas pada kolom komentar yang ada
2. Perkenalkan nama, kelas, asal sekolah, dan kota asal serta provinsi
3. Tulis kalimat pesan yang memotivasi dan menginspirasi untuk kebaikan negeri di tengah wabah covid 19
4. Selamat menikmati
5. Silahkan sambil isi komentar bisa berselancar juga di blog kami.
Sukses selalu
Contoh :
Nur Rakhmat
Guru SDN Kalibanteng Kidul 01 kota Semarang Jawa Tengah
"Semangat selalu, corona pasti berlalu"
Rabu, 01 April 2020
Puisi ini sudah tayang di Kompasiana.com
https://www.kompasiana.com/mas91295/5e84eec1d541df47d33e6482/kisah-sang-perindu?page=5
IG, WA dan FB.
Selasa, 31 Maret 2020
Alam Bebas
Alam bebas
Alam bebas
Alam bebas
Bebas itu terbatas
Bebas itu terbatas
Bebas itu terbatas
Terbatas tetap ada batas
Terbatas tetap ada batas
Terbatas tetap ada batas
Alam bebas
Bebas itu terbatas
Terbatas tetap ada batas
Batas selalu punya makna
Makna kekal dan fana
Fana bentuk maupun jiwa
Jiwa hidup gapai asa
Asa selaras hening kalbu
Kalbu menyatu hilangkan sendu
Sendu hilang datanglah sayang
Sayang dari Sang Maha Pengasih dan Penyayang.
Alam Bebas
Bebas itu terbatas
Terbatas tetap ada batas
Asa Sang Guru
Search
Video
Kurtilas
