Kamis, 30 Juni 2022
Matematika adalah salah satu mata pelajaran favorit, namun sebagian besar siswa masih kesulitan untuk mempelajarinya. Nah, UMMAT atau umbul matematika menurut kami sebagai guru kelas SDN Kalibanteng Kidul 01 Semarang adalah solusi guna memudahkan dan menyenangkan siswa belajar matematika.
berikut langkahnya ...
1.
Fase
Persiapan
Meliputi langkah
berikut yaitu
a.
Siswa
dikondisikan di kelas atau tempat yang nyaman
b.
Siswa
dikelompokkan menjadi beberapa kelompok dengan 1 kelompok minimal beranggotakan
2 orang
c.
Guru
menyiapkan wasit yang diambil dari siswa dengan kemampuan matematika minimal di
atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditentukan.
d.
Guru
memberikan pengarahan proses permainan dengan “UMMAT”
2.
Fase
Pelaksanaan
a.
Siswa
mempersiapkan diri bisa di kelas, di lapangan atau di luar ruangan
b.
Siswa
melakukan latihan praktik dengan teman sekelompoknya atau bisa juga latihan
praktik dengan guru
c.
Setelah
itu siswa bermain “UMMAT”.
d.
Setelah
itu, siswa kemudian mengerjakan soal yang tertulis di kartu “UMMAT”
e.
Siswa
menyerahkan hasil pengerjaan yang telah dilakukan kepada wasit atau guru untuk
dikoreksi.
3.
Fase
Akhir
a.
Siswa
mengkomunikasikan hasil tugasnya dengan wasit atau guru
b.
Siswa
termasuk wasit bersama guru menyimpulkan serta mengoreksi soal yang telah
dikerjakan
c.
Siswa
dan guru berdiskusi untuk saling konfirmasi terkait pembelajaran yang telah
dilakukan.
selamat mencoba dan sukses selalu
Rabu, 22 September 2021
Kamis, 23 September 2021
Semangat pagi anak anak, sekarang kita belajar materi berikut ya, oiya pak guru dan bu guru dibantu ya, jelaskan gambar peristiwa berikut, selamat menikmati dan silakan diisi di kolom komentar
Benu. Hukum Keberanaran Ide
benu (belajar nulis) bersama kang.rakhmat
#Seri6
Hukum Kebenaran
Ide
“Ide
Tidak Dapat Dibicarakan Tetapi Hanya Dapat Dituliskan”
Ya,
hukum kebenaran ide menurut kang.rakhmat, sangat tepat menggambarkan kondisi
sebenarnya sebuah ide. Mungkin jika ide memiliki kemampuan berkomunikasi
layaknya manusia, ide akan berkata, “Jangan sia siakan aku, wahai penikmat
semua”. Nah, maka dari itu sebagai insan yang berusaha menulis dan menjadi
penulis dengan segudang nilai kebermanfaatan, maka, menegakkan hukum ide wajib hukumnya
dan harus dijalankan dengan baik dan benar serta bertanggungjawab.
… “mantap
bukan?”
Sehingga
dengan baiknya kita menjalankan hukum ide, tulisan yang kita ciptakan juga
semakin baik, berbobot, mudah dipahami, komunikatif dan juga semakin dalam makna
yang tersampaikan kepada pembaca. Namun demikian, menjalankan hukum ide juga
butuh latihan dan praktik baik yang terus menerus. Sehingga dengan
pengkondisian tersebut, langkah pasti meraih mimpi menjadi guru penulis, atau
menjadi penulis mudah tercapai serta tergapai dengan senyum yang membuai semua
mahligai cinta yang damai. (sedikit hiperbolis … he he he )
Pertama,
ide tidak dapat dibicarakan! Artinya ide di sini harus segera dijalankan
dituliskan jangan hanya diolah melalui kata kata atau hanya menghiasi mulut dan
angan belaka. Tulis ide, agar menjadi karya yang manis dan tentu tidak membuat
hati miris he he he. Tulis ide, jangan dibicarakan, haram hukumnya jika ide
hanya dijadikan gosip belaka dan hanya di PHP oleh penulis.
Intinya,
sudahlah, sederhana saja tulis ide, jangan tunda lagi dan bahkan jangan
ditinggalkan sepi sendiri dan merasa tidak digunakan menjadi energi hakiki bagi
pecinta kalam Ilahi. Teriring doa, semoga yang sudah memiliki ide bisa mewujudkan
ide lahir suci menjadi tulisan yang sarat energi dan cinta sejati, aamiin.
Kedua,
tulis ide, tulis dan tulis. Ide wajib ditulis karena menulis tulis atau menulis
adalah sahabat sejati ide. Jadi, jangan sampai memisahkan ide dengan menulis, karena
ide dan menulis adalah sepasang yang satu atau dua yang satu, atau bisa
dikatakan ide dan menulis adalah dua sejoli yang saling menyatu bagai kembang
berpadu.
Nah, dengan
menulis ide akan memiliki perasaan gembira, karena pesan yang dibawanya sudah
tersampaikan kepada menulis. Ini karena apa? Karena kita sebagai penulis sudah
menjalankan kodrat ide untuk bertemu dengan menulis.
Dan sudah
sewajarnya jika menulis mendapat pesan yang dibawa oleh penulis dari ide, tentu
ide dan penulis merasa bahagia dan hasil paduan ide dan menulis yaitu tulisan
bisa membanggakan dan bisa dinikmati oleh pembaca secara positif dan sarat
makna.
Memang
benar, akan ada banyak rintangan yang menghadang dari ide sampai menulis, seperti
pikiran buntu, kekuatan ide semakin luntur, dan adanya writer’s block yang
seringkali menjadi badai bagi pembawa pesan, maka sudah seharusnya ide dan
menulis dikawal bersama oleh siapa saja yang cinta menulis dan membaca, tentu
agar nikmat ide bagus dan original bisa dinikmati oleh insan yang bersyukur
atas nikmat Ilahi rabbi.
Salam menulis,
salam dakwah manis.
Salam benu
#marisalingmemotivasidanmenginspirasidemikebaikannegeri
Selasa, 21 September 2021
Benu. Ide
yang Mengubah Dunia “ditukar”
#Seri5
Kita
sudah berbicara panjang lebar mengenai ide dan segala yang mengiringinya, mulai
dari bagaimana cara menangkap ide, bagaimana ide diburu, dan apa pengertian
ide, dan beberapa hal terkait dengan teori terkait ide.
Nah, kali
ini kita akan membicarakan ide yang mengubah dunia, ide yang mampu menjadi
pembeda bagi perkembangan peradaban umat manusia. Kita semua tentu tahu, semua alat
alat yang sekarang kita gunakan, tentu semua itu berasal dari ide yang luas
biasa, dari pemikiran yang mendalam dan dari hasil olah pikir serta hasil dari
proses panjang dan berliku di dalamnya.
Dan kemudian
meneraka para penemu alat dan teknologi luar biasa tersebut mengeksekusi ide
mereka menjadi sebuah model atau prototipe atau contoh baku yang kemudian disempurnakan dan
disempurnakan secara terus menerus menjadi sebuah hasil maha karya luar biasa.
Termasuk
sebuah tulisan, tentu tulisan akan bisa dikatakan bagus juga wajib melalui
berbagai macam fase jalan berliku yang harus dilalui. Mulai dari ide yang luar
biasa pula, sampai proses menjadi tulisan atau metamorfosa ide menjadi tulisan
yang juga luar biasa prosesnya.
Mulai dari
ide, lalu melatih mengaktualisasikan ide menjadi tulisan, mengelola tulisan dan
kemudian menikmati tulisan yang sudah bagus dengan kemudian ada produk atau
dampak positif dari ide dan tulisan kita tersebut.
Nah,
kaitannya dengan menulis artikel populer atau artikel ilmiah populer di media
massa, ide akan menjadi tulisan luar biasa tentu juga karena ada proses baik di
dalamnya, ada pengkristalan pemikiran di dalamnya, ada usaha untuk bermetamorfosis
semua pihak dan semua yang terkait agar ide dan dampak yang ditimbulkannya
bermakna positif dan membawa kebermanfaatan bersama.
Cara
yang biasa saya lakukan saat bagaimana menjadikan ide sebagai bahan yang luar
biasa maknanya adalah dengan teknik “ditukar” yaitu diambil ide yang sesuai dan
paling unggul untuk ditulis, tulis ide menjadi sebuah tulisan, kaji atau teliti
kembali tulisan dan refleksikan tulisan agar lebih baik dan lebih mendalam rasa
yang dirasakannya.
Ditukar
yang pertama dalah diambil ide yang paling paling dan paling artinya dari
banyak ide yang bertebaran dan terbang bagaikan cahaya, tentu kita akan memilih
satu dari semuanya untuk menjadi sebuah tulisan dan tentu satu tersebut adalah
yang paling utama dan paling original dan jika boleh saya katakana yang paling
mahal. Karena memang ide itu sangat mahal, apalagi ide yang original, tentu
akan lebih lebih dan lebih luar biasa lagi.
Kedua adalah
tulis ide menjadi sebuah Tulisa, artinya mau bagus sundul langit idenya, jika
tidak segera ditulis ide tersebut tentu bis abasi. Bahkan dalam konteks
pengiriman artikel ilmiah populer di media massa, ide kita bisa didahului oleh
ide identic atau ide serta tulisan sejenis yang mirip mirip dan dimuat di media
massa. Tentu jika kita tahu, kalau itu sama dengan milik kita dan tulisannya lebih
baik tulisan kita, tentu kita akan menyesal dan dalam bahasa Jawanya getun atau
nyesel karena yang dimuat tulisannya hampir sama.
Kemudian
berikutnya adalah kaji atau teliti kembali tulisan. Ini proses yang penting,
karena dengan kita mengkaji kembali atau membaca kembali tulisan maka tulisan
yang kita tulis akan serasa sebagai sesuai yang berbeda. Maksudnya ada
perbedaan yang jauh antara tulisan yang sudah dibaca ulang dan kemudian dikirim
ke media massa dengan tulisan yang tidak dibca kembali sebelum dikirim ke media
massa.
Dengan
membaca kembali sebelum dikirim, mungkin tata letak huruf atau penulisan tanda
baca dan kata baku dan tidak bakunya masih belum baik, kemungkinan pula jika
kita tidak membaca ulang kembali tulisan, tulisan seolah muter muter tiada
ujung. Jadi banyak sekali manfaat jika kita membaca kembali atau mengkaji
kembali tulisan kita sebelum dikirim ke media.
Dan terakhir
adalah refleksikan tulisan kita. Tahap berikutnya dari alur “ditukar” adalah
refleksi kembali tulisan kita, apakah sudah manfaat untuk kita? Apakah bisa
memberikan dampak efek mengubah dunia? Apakah sudah layak untuk dibaca? Apakah sudah
tidak mengandung unsur negative? Nah, pertanyaan pertanyaan tersebut hanya
sedikit contoh pemantik yang bisa menjadi refleksi untuk kita sebagai seorang guru
dan juga penulis yang ingin tulisan kita dimuat di media massa dan juga
memiliki nilai khas atau mengandung kebermanfaatan di dalamnya.
Dan untuk
lebih menambah bobot alur “ditukar” sebelum kirim tulisan, kita juga butuh
merefleksikan dengan cara mengendapkan tulisan atau melakukan proses
pengendapan yang bis akita gunakan sebagai penguat untuk mengkoreksi tulisan
yang belum layak, alur yang masih membingungkan dan tata tulis yang kurang baik
atau kesalahan ketik, dan proses refleksi lainnya.
Nah,
itulah tahapan alur pikir “ditukar” pada ide dan meramu ide menjadi sebuah
tulisan. Selamat mencoba dan tentu salam literasi dan salam benu, salam belajar
nulis dan selamat menikmati.
#MariSalingMemotivasiDanMenginspirasiDemiKebaikanNegeri
salam belajar bersama, bersama belajar
Minggu, 19 September 2021
Benu (belajar nulis)
belajar nulis bareng kang.rakhmat
#Seri4
Buru Ide, Tangkap
Ide
Ide
sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah rancangan yang
tersusun di dalam pikiran; gagasan; cita-cita. Sehingga bisa dikatakan ide
adalah awal dari adanya sebuha tulisan, maksudnya sebelum ada tulisan ide atau
gagasan sudah ada pada pikiran seseorang yang akan menulis. Namun, ide juga
bisa juga muncul saat seseorang sedang menulis. Sehingga di sinilah letak
kreativitas seseorang dalam menulis ditunjukkan untuk bisa bagaimana cara
merangkai ide, bagaimana menangkap ide, bagaimana menggali lebih dalam ide, dan
bagaimana mengeksekusi sebuah ide menjadi tulisan yang baik dan indah serta renyah
dibaca.
Ibarat
kunang kunang yang bersinar terang di malam hari saat mulai menguningnya padi,
ide adalah gambaran cahaya tersebut. Sebagai seorang penulis kita bisa menangkap
cahaya ide tersebut menjadi Tulisa, atau hanya menikmati ide sampai malam
hilang berganti pagi, dan belum tentu malam berikutnya aka nada cahaya kunang
kunang sebagai ide pada gambarannya.
Nah,
ikatlah ide tersebut, tangkaplah ide tersebut, jangan menunggu datangnya ide,
jangan menanti datangnya cahaya terang ide, namun mendapatkan ide atau gagasan
itu adalah cara bijak jika kita ingin menjadi penulis kreatif, penulis yang
selalu memiliki ide segar dan bisa membawa perubahan besar bagi kebermanfaatan.
Akbar
Zainudin penulis buku best seller “Man Jadda Wajada” dalam bukunya di halaman
67 mengatakan bahwa ide bisa didapat dari berbagai hal diantaranya adalah dari
film yang kita tonton, dari buku yang kita baca, dari peristiwa yang kita
rasakan, dari perjalanan yang kita lakukan, dari lagu yang kita dengar, dari
curhat atau obrolan, dari status di media sosial, dari observasi langsung, dari
ajaran agama, dari kesulitan yang kita alami, dan dari alam terkembang yang
ada.
Dari
sumber tersebut bisa kita lihat, banyak sekali car akita untuk mendapatkan ide,
kalau ada pepatah banyak jalan menuju Roma, jika boleh saya kaitkan dengan
menulis, tentu banyak jurus agar tulisan bagus, banyak trik agar dapat ide
menarik.
Dan
kalau saya boleh berkata, burulah ide, buru ide, buru ide, bukan tunggu ada
ide. Sehingga dengan kita berburu ide, tentu ide yang kita miliki lebih ori,
lebih terbaru dibandingkan bagi yang menunggu ide.
Lalu,
kalau ide itu sudah diperoleh, atau ide sudah tertangkap segera tulis ide
tersebut, segera jadikan sebuah tulisan agar tulisan kita mengandung novelty
yang tinggi dan memiliki value yang lebih dari lainnya.
Adapun
terkait dengan penulisan artikel di media massa, yang sudah saya lakukan diantaranya
adalah tentu dengan mengikuti perkembangan berita di media tersebut, kitab isa membacanya
di versi online atau juga dengan berlangganan koran yang ingin kita kirimkan
tulisan lalu kitab isa melihat tajuk rencana atau wacana pada media massa
tersebut.
Bahkan
pernah, agar bisa menulis di beberapa koran saya berlangganan koran sampai 5
jenis koran yang berbeda dalam 1 bulan. Dan alhamdulillah, dengan cara itu
salah satunya, tulisan saya sudah pernah termuat di beberapa harian daerah dan
nasional.
Kemudian,
ide juga biasanya saya dapatkan dengan cara diskusi dengan teman, atau pada
forum tertentu atau bahkan juga pada saat santai sambal tiduran, makan, dan lain
sebagainya. Intinya, banyak ide akan benar benar jadi ide jika segera kita
ambil dan tangkap serta kita jadikan tulisan. Sehingga kalau boleh saya bilang,
apabila belum jadi tulisan ide itu bukanlah ide, tetapi hanya cahaya yang lewat
dan kita tentu menyianyiakan cahaya nikmat tersebut.
Sampai
di sini dulu, insya allah akan kita lanjutkan di sesi berikutnya …
Buru
ide, tangkap ide, dan ikatlah bentuklah, ramulah menjadi sebuah tulisan yang indah
nan berkah
Selamat
menulis
Selamat
berburu ide
#MariSalingMemotivasiDanMenginspirasiDemiKebaikanNegeri
#SalamBenu
Sabtu, 18 September 2021
Benu (belajar nulis) bareng kang.rakhmat
yakin tulisan dimuat
#seri3
Semangat pagi, setelah kita berusaha menjaga motivasi untuk menulis, sekarang kita langsung ke tahapan berikutnya, seri yang ketiga. oke seri ketiga benu adalah yakin kalau dalam bahasa jawanya sing penting yakin ... he he he. Jadi jika kita menulis, kita harus punya modal awal lainnya yaitu yakin tulisan kita dimuat. Ini bukan terkait narsis atau muluk muluk atau anggapan lainnya, tetapi kita di sini berkaitan dengan pandangan positif terkait dengan tulisan yang kita tulis. yakin di sini juga merupakan salah satu bentuk syukur bahwa tulisan yang kita buat sudah selesai dan tinggal berpasrah diri sambil berdoa semoga tulisan yang kita tulis dimuat dan tayang di media massa.
Memang, sebagian dari kita sulit menumbuhkan rasa yakin terkait tulisan dimuat tersebut, karena sudah kita ketahui pasti pada saat itu juga banyak penulis penulis lain juga mengirimkan tulisannya ke media massa yang kita tuju, selain itu tentu banyak juga penulis yang sudah populer juga menulis sehingga kadar keyakinan kita terkadang kurang tinggi, kita merasa kurang percaya diri dengan tulisan kita sendiri.
Nah, inilah yang wajib dihilangkan di benak kita, kita harus yakin jika tulisan kita layak, kita harus yakin jika tulisan kita baik dan bagus serta bisa membawa kebaikan untuk sesama, kita juga harus yakin tulisan kita mampu bersaing dengan tulisan lainnya yang dikirim ke media massa tersebut. Dengan segala keyakinan tersebut, semua asa dan semua harapan akan terjaga dan terus menyala sehingga bagaimanapun hasil tulisan kita, kita tentu akan bisa menerimanya dengan lapang dada.
Namun, segala keyakinan tersebut hendaklah kita dasari dengan sesuainya tulisan kita dengan kaidah selingkung media yang kita tuju, selain itu juga kita hendaknya sudah menulis dengan alur yang benar, dan juga tulisan sudah memenuhi unsur pemecahan masalah, dan yang terahir kita juga harus memiliki sikap legawa atau ikhlas jika memang tulisan kita belum bisa dimuat. Kita tanamkan pada diri kita, mungkin belum dimuatnya tulisan kita karena memang isu sudah terlewat, atau ada penulis lain yang menulis dengan lebih dalam dan juga kemungkinan memang belum sesuai dengan apa yang diinginkan media tersebut. Minimal, dengan tulisan kita belum dimuat, kita bisa belajar dengan membaca tulisan penulis yang dimuat pada edisi tersebut.
Yakin, dan teruslah menulis, pasti akan berahir manis.
Menulislah karena dengan menulis kita ada.
#Yakin
#overtuigd
#convencido
#ikna edilmiş
#convins
Mari Saling Memotivasi dan Menginspirasi Demi Kebaikan Negeri
Search
Video
Kurtilas




