Oleh: Nur Rakhmat, S.Pd

Rabu, 10 Februari 2021

On 00.56 by Nur Rakhmat in    No comments

 

Pidato

 

Assalamualikum Wr Wb

Salam sejahtera untuk kita semua

Yang terhormat bapak ibu dewan juri

Yang kami hormati bapak ibu guru serta teman teman yang saya banggakan

Pertama –tama marilah, puji syukur kita haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas segala limpahan karunianya kita bisa bertemu pada kegiatan lomba siswa berprestasi ini.

Selanjutnya, perkenankanlah saya berdiri disini, sedikit berbagi menyampaikan beberapa hal terkait dengan budaya yang ada di kota semarang. Sebagaimana kita ketahui Semarang dengan slogannya yaitu kota ATLAS ( aman, tertib, lancar, asri, dan sehat ) adalah ibu kota Provinsi Jawa Tengah.

Dan sebagai jantungnya Provinsi Jawa Tengah, Semarang tentu menyimpan berbagai potensi yang bisa dikembangkan untuk kesejahteraan warga masyarakatnya. Baik potensi sumber daya manusianya, potensi sumber daya alamnya dan potensi budayanya.

Oleh karena itu sebagai warga masyarakat yang baik, kita hendaknya selalu menjaga dan melestarikan segala potensi tersebut dengan penuh tanggung jawab dan bijak. Sehingga dengan sikap tersebut, segala bentuk kebudayaan yang ada di Kota Semarang bisa tetap lestari dan bisa menjadi penangkal budaya negatif yang tidak sesuai dengan kaidah budaya bangsa, khususnya di Kota Semarang.

Sebagai kota metropolitan yang mayoritas budayanya merupakan akulturasi berbagai budaya yaitu budaya jawa, budaya arab, budaya eropa dan budaya china. Di Semarang juga bisa kita temukan berbagai potensi budaya baik dalam bentuk bangunan, adat istiadat, makanan dan kesenian.

Bangunan seperti Klentheng Sampokong, Gereja Blendhuk, Masjid Agung Semarang, Candi di Kecamatan Tugu, Tugu Muda, dan Vihara di Watu Gong adalah beberapa contoh bangunan hasil budaya yang ada di Kota Semarang. Bahkan yang membanggakan Gereja Blendhuk saat ini sudah bisa kita temui dimana mana dalam bentuk perangko.

Kemudian makanan seperti lumpia, roti ganjel rel, wingko babat, gule bustaman, tahu pong juga merupakan hasil budaya dalam bentuk kuliner di Semarang. Selanjutnya bentuk budaya di kota semarang lainnya yang bisa kita temui adalah Dugderan setiap bulan Ramadhan, tari gambang semarang dan warak ngendhog.

Maka dari itu, dengan banyaknya budaya di kota semarang. Kita sebagai warga dan tentunya sebagai siswa harus selalu mempelajarinya dan berusaha sekuat tenaga menjaga serta melestarikan budaya tersebut. Agar selain menjadi khasanah kekayaan bangsa, juga bisa menjadi benteng penangkal dari rongrongan budaya negatif bangsa lain yang tidak sesuai dengan norma kepribadian bangsa kita. Amin..

Sehingga harapan kita, Semarang sebagai “The Port of Java” dan sebagai Pesona Asia bisa tetap menjadi pusat budaya positif dan kita bisa menjadi generasi penerus yang cerdas, bermoral, dan berbudi pekerti luhur. Tentunya demi semarang yang lebih baik dan Indonesia yang lebih hebat. Amin..

Demikian yang dapat saya sampaikan bila mana ada kesalahan baik tutur kata, sikap dan perilaku, saya mohon maaf yang sebesar besarnya.  Sekian dari saya, wassalam. Wr.wb.

On 00.55 by Nur Rakhmat in    No comments

 

Assalamuaaikum WrWb, Berikut adalah salah satu contoh pidato lomba mapsi ... Selamat menikmati.

Assalamu alaikum.wr.wb..

Alhamdulillahilladzi hadza nalihadza, wamakunna linahtadia laula anhadaanallah ...

Ashadu alla ilaaha illlallah, waashadu anna sayyidana muhammadan ‘abduhu wa rosuluh laa nabiyya ba’da.

Robbis rohli sodri, wayassiril amri, wahlul ’uk datammillisani yafqohuu qouli.

Yang terhormat bapak ibu dewan juri

Yang kami hormati bapak ibu kepala sekolah

Serta kawan-kawanku yang kami banggakan

Jamaaaahhh ... Barakallah...

Mapsi subhanallah ...

Puji syukur, mari kita haturkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rakhmat serta karunianya kepada kita. Sehingga pada hari ini kita bisa berkumpul dan berjumpa dalam acara yang penuh majlis ilmu serta ridho Allah SWT ini.

Shalawat serta salam mari kita haturkan ke junjungan kita Nabi Muhammad SAW, karena atas jasa beliau, serta atas uswatun khasanahnya, kita semua bisa menjalankan segala yang diperintahkan Allah dengan baik.

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, Bangsa Indonesia adalah bangsa yang beriman kepada Allah SWT. Sehingga, sebagai warga negara yang baik. Kita harus selalu menjunjung tinggi Besarnya Bangsa Indonesia dengan selalu menjaga persatuan dan kesatuan.

Jangan sampai dengan maraknya berita bohong atau hoaks, gesekan antar golongan yang terjadi akhir-akhir ini, memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Sebagai generasi penerus bangsa, kita harus bisa mencegah pecahnya persatuan bangsa, kita harus bisa menyaring informasi dengan benar, dan kita harus bisa mencintai bangsa ini. Nabi bersabda Khubbul wathan Minal iman yang artinya, “Cinta tanah air sebagai salah satu bentuk dari iman”.

Berdasar hadist tersebut, sudah sangat jelas bahwa kita harus menjaga persatuan dan kesatuan, kita harus cinta tanah air. Karena hal tersebut adalah bagian dari iman.

Dengan cara dan dalam bentuk apa? Sebagai siswa kita bisa mengisi dan menjaga persatuan ini dengan selalu belajar menjadi lebih baik. Kita juga harus membiasakan menggunakan barang produksi dalam negeri, saling menghormati perbedaan yang ada, tolerasi antar umat beragama, menyayangi teman dan tidak saling mengejek satu sama lain.

Selain itu, bangsa kita adalah bangsa yang plural, yang heterogen, baik sukunya, bahasanya dan adat istiadatnya. Oleh karena itu, wajib bagi kita untuk saling menghormati dan menyayangi satu sama lain.

Ingat, Bhineka Tunggal Ika adalah semboyan bangsa kita, ini sudah sesuai dengan firman Allah dalam Al Quran surat Al Hujurat ayat 13 :

Yaa ayyuhannaasu innaa kholaqnaakum min dzakariwwaunsaa, waja’alnaakum syu’ubawwaqabaaila lita’arafu ..

Artinya : Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal ..

Dalam hadist dikatakan juga, bahwa berjamaah adalah penuh rakhmat dan perpecahan adalah siksa.

Jadi,  sudah sangat jelas  bahwa berjamaah atau menjaga persatuan dan kesatuan adalah salah satu bentuk akhlaqul karimah atau akhlaq yang mulia, baik dihadapan Allah dalam lingkup hablumminallah dan dihadapan manusia dalam lingkup sosial atau hablumminannas.

Sehingga,  dengan hablumminallah dan hablumminannas yang baik, ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah basyariah bisa terbentuk dengan baik. Tentunya demi Indonesia yang lebih berkah, dan lebih berkarakter.

Demikian yang dapat kami sampaikan, bila ada tutur kata, sikap maupun tingkah laku yang kurang berkenan, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Wallaahu muwaffiq ila aqwamittaariq.

Wassalamualaikum.wr.wb....

Indonesia negara besar

Bersarnya tiada yang menandingi

Karena kita siswa pintar

Mari kita saling menyayangi

On 00.51 by Nur Rakhmat in    No comments

 

Belajar Nyata Maya

Karya : Nur Rakhmat

“ Kak, ini kok jadi seperti ini? ”

Seperti biasanya pagi itu, adikku yang bernama Maya sedang belajar bersama guru dan teman teman secara langsung dengan menggunakan di gawainya yang memerlukan cukup banyak kuota. Kebetulan tiba – tiba video yang ditonton tidak bisa berputar.

“ Kak Raya, Kakak di mana? “ teriak Maya semakin lebih keras.

“ Sebentar Maya, ini kakak sedang  jalan! “

Terpaksa aku yang sedang mencuci baju seragamku dan Maya adikku menuju ke Maya yang sedang bingung menghadapi gawainya yang videonya tidak bergerak.

“ Oooalah ... ternyata paketan internetmu sudah habis May! “

“Mana buktinya kak? Ini penting soalnya Kak. Nanti aku takut ketinggalan pelajaran dari  Bu Guru Kak! “

Dasar Maya adikku, selalu ada saja yang dia sampaikan setiap menemui masalah yang dihadapinya. Tapi memang, aku dengarkan dari jauh, saat itu dia sedang mendengarkan penjelasan penting dari Bu Guru.

“ Yaudah sana Dek, kamu beli paket data di warung konter Pak Salim ya? Nih uangnya, tadi uang saku kakak sisa. “

Tanpa basa basi, Maya langsung lari ke warung Pak Salim. Namun, baru beberapa langkah, dari arah samping rumahnya terlihat Arya tertunduk lesu sambil sesekali melihat genggaman tangannya.

Dan tiba-tiba ...

Grubak !!

“ Aduh sakit ... “

Kulihat Arya mengerang kesakitan sambil memegang tangannya yang terlihat lecet. Dan Maya yang jatuh, juga terlihat mengerang kesakitan sambil teriak teriak

“ Jalan kok tidak lihat lihat, nih jadinya kayak gini! “ teriak Maya kepada Arya.

Terlihat Arya diam sambil berusaha bangkit dan mencari cari sesuatu seperti ada yang hilang.

“ Uangku di mana ya ? tadi saat tertabrak kamu, jatuhnya di mana May? “

“ Lo, Kamu menuduhku mengambil uangmu yang jatuh ? “ Jawab Maya sambil terlihat marah.

“ Aku tidak menuduhmu? Ya, siapa tahu tadi kamu tahu? “ Tukas Arya.

Kulihat mereka berdua semakin tidak karuan, bukannya berhenti, justru mereka semakin terlihat seperti hendak bertengkar.

“ Hei, Maya , apa yang kamu lakukan? “ Tanyaku ke Maya sambil berlari ke arah mereka berdua.

“ Arya menuduhku, mengambil uangnya Kak? “ kata Maya sambil berteriak seperti biasa.

“Aku tidak menuduhmu, Aku hanya bertanya di mana jatuhnya” bela Arya.

Saat mereka saling bersahut sahutan bicara terlihat, tidak jauh dari Maya, gumpalan kertas yang seolah olah seperti uang kertas.

“ Coba,di dekatmu itu May, ada gumpalan kertas, kamu lihat uang bukan? “

“Iya Kak, ini uang ! “

“ Itu uangku, itu uangku, itu uangku ..., rengek Arya yang melihat uangnya di bawa Maya.

Terlihat Arya merengek minta dikembalikan sambil mengusap usap air matanya.

“ Nih, uangmu ! Makanya hati hati jalan ! “ kata Maya kepada Arya.

Dasar Maya, masih saja mengganggu dan suka jahil kepada temannya. Sudah tahu Arya tergesa gesa seolah mau pergi ke tempat yang penting.

“Memangnya kamu mau kemana? ‘ tanyaku kepada Arya.

“ Iya Kak, aku mau ke warung Pak Salim mau membeli paket data pulsa karena saat belajar bersama tadi, tiba tiba tidak memutar videonya.” Jawab Arya.

“ Ngapain kamu, ke warung Pak Salim? “ tanya Maya Penasaran.

“ Aku hendak membeli data, May. Namun, uangku tinggal segini tidak cukup untuk ikut belajar sambil melihat video dari bapak ibu guru. “ Jawab Arya.

“Eh, apa gini aja. Sebagai permintaan maaf karena telah menuduhmu mengambil uangku. Ini kukasih sedikit uang tambahan untuk beli paketannya. “ kata Maya ke Arya.

“ Bener May ? “

Aku dan Arya serentak tidak percaya Maya bisa bersikap seperti itu. Sungguh di luar kebiasaan Maya.

“ Iya Kak, tenang Arya. Ini semua agar kamu bisa belajar bersama bapak ibu guru dan teman temanmu. Karena akupun sudah pernah mengalaminya. Tenang saja Kak. “

“ Oke May, terimakasih ya May. Akhirnya setelah dari warung Pak Salim aku bisa belajar lagi nanti” Kata Arya ke Maya.

“ Ya udah May, aku ke warung Pak Salim dulu ya.” Ucap Arya sambil berlari kembali sambil melambaikan tangan.

Terlihat Arya sudah hampir sampai di warung Pak Salim dan aku bersama adikku pulang terlebih dahulu ke rumah dan tidak jadi ke warung Pak Salim.

“May, kamu kok tumben mau berbagi ke temanmu? Biasanya kamu paling jago untuk pelit ... he he he “ tanyaku kepada adikku Maya.

  He he he, kan aku peduli Kak? “

“ Jadi aku berikan sebagian uangku ke Arya. Lagian kan, aku masih ada sisa sedikit kak !”

“ La, terus nanti sisa uangnya dari mana? “

“ Jelas dong, ya dari uang kakak! “

“ Maya, maya, kok ke kakak lagi? “

“ Ya, kan. Kakak yang paling tua, jadi kakak wajib tanggung jawab. “

“ Ya, benar juga sih. Jadi kakak harus tanggung jawab dan peduli kepada semuanya.

“ Nah, setuju kak ! Jadi nanti kita bareng bareng belajar untuk peduli dengan kondisi lingkungan.”

“ Betul sekali ajakanmu Maya. Peduli dan memiliki rasa empati dan simpati juga sangat bagus dan merupakan bentuk belajar nyata dan realita untuk kita, Maya.” Kata kakek yang tiba tiba datang dari balik pintu belakangku.

“Karena belajar ya tidak hanya videonan ataupun youtuban saja, namun juga membutuhkan langkah riel dalam kehidupan nyata. Contohnya seperti tadi, walaupun kamu kesulitan dan membutuhkan, kamu tetap berbagi ke temanmu “ lanjut kakek.

“Iya kek, terimakasih kek “ kataku kepada kakek yang selalu merawat aku dan adikku.

“Hore, jadi aku tadi juga belajar ya Kak, jadi tidak ketinggalan belajar Kak! Asyik”

Terlihat Maya sangat senang dan gembira mendengar petuah kakek. Benar benar belajar nyata buat Maya.

Selamat Membaca dan selamat menikmati

Selasa, 09 Februari 2021

On 19.07 by Nur Rakhmat in    3 comments

 Bismillah ...

Selamat Membaca ...

Senyum Manis Ustadz Kanta

Oleh : Nur Rakhmat

Hari mulai senja dan binatang malampun sudah bernyanyi menyambut datangnya sang idaman. Tampak pemuda dengan tegapnya berjalan menyusuri pematang sawah. Obor dari segenggam daun kelapa kering dia gunakan untuk menerangi malam. Hari itu cukup gelap, apalagi di dusun tersebut listrik belum ada jaringannya dan sang bulan masih malu menunjukkan mukanya serta masih tenggelam dalam dekapan sang senja.

Ustadz Kanta, orang-orang di lingkungan Dusun Kanjengan sering memanggil namanya. Siapa yang tidak mengenal Ustadz Kanta. Seorang ustadz muda, gagah, lulusan pesantren dan anak seorang ulama terkenal dari kampung sebelah pula. Terlebih Ustadz Kanta sangat mahir dalam ilmu agamanya. Walau bergelimang dengan segala kelebihannya  itu, ia tetap bersemangat untuk berdakwah menyampaikan ilmu agama di kampung pelosok jauh dari hiruk pikuk dan mewah dunia. Terlebih perilakunya sangat sopan, ia sangat menghormati orang lain dan yang lebih mengagumkan ternyata dia seorang yang hafal Al Quran atau istilahnya seorang hafidz.

Maklum dengan segala kelebihan yang dimilikinya itu, banyak penduduk Kampung Kanjengan yang suka terhadap sikap dan perilaku ustadz muda tersebut. Mulai dari anak-anak sampai orang tua termasuk Aina. Sudah lama sekali Aina kagum terhadap ustadz muda tersebut. Terhitung sejak pertama kali Aina mengikuti pengajian remaja saat dia duduk di akhir kelas 3 Madrasah Aliyah atau setingkat SMA waktu itu.

Aina teringat awal perjumpaannya dengan Ustadz Kanta. Saat itu dia ditunjuk menjadi pembawa acara pengajian remaja di Masjid Darussalam di Kampung Kanjengan. Ia tak pernah lupa kejadian yang membuatnya dekat dengan ustadz tersebut. Saat itu, Aina memanggil Ustadz Kanta dengan nama Ustadz Kenta. Entah apa yang Aina pikirkan saat itu, bisa-bisanya dia memanggil Ustadz Kanta dengan nama Ustadz Kenta. Tapi apa yang terjadi setelah panggilan salah sebut itu terjadi? Ustadz Kanta tidak marah bahkan ia balik tersenyum sama Aina. Nah senyuman itu yang sampai sekarang masih terbayang-bayang di pikiran Aina, senyum manis Ustadz Kanta.

Ya, senyum manis Ustadz Kantalah yang membuat Aina sampai sekarang seolah tidak mau mengenal laki-laki manapun di dunia ini. Terlebih sejak pertemuan awal dengan ustadz muda tersebut, hati Aina seolah sudah terpatri dan menempel dengan yang namanya Ustadz Kanta. Ke mana Aina pergi pasti selalu teringat senyum manis Ustadz Kanta. Aina pergi ke pasar membantu ibunya jualan buah, juga senyum manis sang ustadzlah yang selalu membayang di benak Aina.

Tetapi Aina bukanlah wanita yang lemah dan rapuh imannya. Dia juga punya harga diri dan tidak lupa akan jati dirinya kalau dia adalah perempuan. Seorang perempuan dusun yang terikat aturan norma di lingkungan dusun tersebut. Walaupun ayah dan ibunya bukan perangkat dusun, bukan orang yang terkenal di Dusun Kanjengan tersebut, tetapi sejak kecil Aina dididik oleh ibunya untuk bersikap sebagaimana seorang wanita muslim bersikap. Selain sudah memakai jilbab sejak kecil, Aina juga dimasukkan ke pesantren dan sudah lulus pesantren bersamaan dengan dia lulus Madrasah Aliyah di kota.

Aina memang dididik dengan baik oleh orang tuanya, sehingga sejak dia lulus Sekolah dasar Aina dikirim ke pesantren oleh ayahnya. Aina dititipakan di pesantren sekaligus yang ada tempat sekolahnya yaitu di Pesantren Ma’hadil ‘Ulum asuhan KH. Asnawi Kholil. Jadi sudah pasti ilmu agama Aina juga sangat mumpuni. Terlebih Aina juga sudah memadukan antara ilmu pesantren dengan ilmu di madrasah yang dikombinasikan dengan ilmu umum. Jadi tidak dipungkiri lagi kalau Aina adalah seorang perempuan solehah.

Oleh karena itu, walaupun Aina kagum dengan Ustadz Kanta, tidak ada orang yang tahu kalau Aina kagum berat dengan Ustadz Kanta. Aina memang pintar dan hati-hati dalam urusan cinta tersebut. Apalagi ia teringat dengan pesan pak Kyai Asnawi saat di pesantren dulu, “Kalau urusan cinta dengan makhluk apalagi urusan pacaran, serahkan pada Allah. Jangan sampai gara-gara pacaran kita semakin jauh dari Allah. Maka pacaran boleh saja asal kalian sudah menikah”.

Begitu wejangan pak kyai kepada Aina dan santri lainnya. Aina juga tidak ingin ada fitnah dan gunjingan tidak baik dari orang-orang terkait dirinya dengan Ustadz Kanta. Walaupun begitu, masih banyak saja warga usil dengan menjodoh-jodohkan dia dengan Ustadz Kanta. Dalam hati Aina bersyukur, dan namun di sisi lainnya dia juga berpikir apakah seorang Ustadz Kanta yang pintar dan digemari banyak orang mungkin jatuh cinta padanya.

            “Senyum manis yang penuh arti” batin Aina dalam hati. Aina tersenyum-senyum sendiri sambil sesekali dia melihat hamparan sawah dari balik jendela rumahnya.

            “Aina, ayo ke masjid. Sudah adzan isya” panggil ibunya yang sudah bersiap ke masjid.

“Iya bu, tunggu sebentar”

Aina bergegas mengambil mukena di ruang sholat rumahnya. Dan menyusul ibunya yang sudah menunggu di pintu.

“Ayo, berangkat.  Oiya, tadi tidak sholat maghrib berjamaah, apa belum selesai “tamunya”? Tanya ibu Aina sambil melangkahkan kaki ke masjid.

“Iya bu, ini baru selesai tadi sehabis maghrib” jawab Aina.

Akhirnya merekapun sampi masjid dan sekali lagi Aina bertemu dengan laki-laki pujaannya, Ustadz Kanta. Dia lihat sang ustadz sudah bersiap memimpin sholat maghrib berjamaah. Adem, tenang, damai hati Aina menjadi makmun Ustadz Kanta.

***

            Malam sudah semakin larut, namun Aina tetap masih terbayang damainya menjadi makmum sholat Ustadz Kanta. Ia membayangkan mejadi makmum sholatnya saja sangat damai dan tenang apalagi menjadi makmun dalam kehidupan sebenarnya, ya menjadi istri Ustadz Kanta.

            Segera Aina menepis pikiran itu jauh-jauh. Astaghfirullah, ampuni khilaf hambamu ini ya Allah. Ucap lirih Aina dalam hati. Bayang-bayang itu semakin lama semakin kuat. Bayang-bayang senyum manis sang ustadz yang menjadi idamannya selalu menggelanyut dalam batin dan jiwanya. Bayang-bayang sosok yang Aina idamkan menjadi imam dan ayah anaknya kelak sudah sangat berat untuk dihilangkan.

            “Ya Allah, berikanlah yang terbaik bagi hambamu Ya Allah, hanya kepadamu kami mohon dan hanya padamu kami minta pertolongan serta petunjuk. Ya Allah kalau memang Ustadz Kanta berjodoh denganku dekatkanlah Ya Allah dan kalau memang dia bukan jodoh hamba berikanlah yang terbaik bagi kami dan jauhkanlah kami dari segala fitnah. Amin” doa Aina dalam hati. Aina terlelap dan membawa mimpi indahnya bersama senyum manis sang ustadz yang semakin mempesona..


#MariSalingMemotivasiDanMenginspirasiDemiKebaikan Negeri

#PagiDiPasadena

 

 

 

 

On 18.50 by Nur Rakhmat in    No comments

 #PernahIkutEventPuisiKlungkung2016

Aduhai Indah Kau Indahnya

Oleh : Nur Rakhmat

Gelombang terjal Bukit Mundi memanggil pembawa kendi dalam riang hari ini

Belaian angin samudra bagai nyawa dalam berita kawan tak jumpa jelaga

Hamparan Nusa Penida bagai pengobat luka lara nan merana

Emas laut rumput laut petani laut tiada kalut dalam dunia penuh kabut

Aduhai indah kau indahnya

Bentang pantai bagai cincin emas dalam dunia yang memanas

Uang kepeng dalam wadah yang tiada enteng

Seakan tiada pernah hilang dan selalu tumbuh dalam tubuh penuh peluh

Wahai “Bumi Serobotan”

Wahai anak dewata

Aduhai indah kau indahnya

 

Pasadena, 29 Juni 2016


On 18.43 by Nur Rakhmat in    No comments

Berikut adalah contoh pantun nasihat ...

Selamat membaca dan meresapi serta mendalami maknanya ...



 Belajar membaca di Semarang

 Jangan lupa membeli lumpia

 Agar kita disayang orang

 Mari jaga hidup bertetangga

 

2.      Pergi ke Ungaran naik kereta

Kereta berwarna merah dan hitam

Marilah mari sayang orang tua

Pasti masa depan tiada suram

 

3.      Makan kue bersama Paman

Paman senang hati riang

Kalau kita ingin hidup aman

Cinta damailah dengan penuh sayang

 

4.      Makan roti di Stasiun Tawang

Roti dimakan enak rasanya

Kejujuran tentu pasti menang

Menang karena ikhlas hatinya

 

5.      Di semarang ada tugu muda

Di jakarta ada tugu monas

Wahai kawan ayolah menjaga

Menjaga sikap baik hilangkan malas

 

6.      Makan jagung tiada susah

Jagung dimakan enak rasanya

Jika ingin hidup ini berkah

Ayo bekerja kuatkan semangatnya

 

7.      Pantai selatan selatan Jawa

Kota Purworejo selalu di hati

Ayo segera hindari dusta

Karena dusta rugikan diri

 

8.      Makan nasi dengan bubur

Bubur dimakan bersama teman

Mari kita biasakan jujur

Karena jujur karakter idaman

 

 

 

 

9.      Kota Semarang bangun bandara

Bandara itu di dekat pantai

Memang hidup harus membara

Agar tua hendak bisa santai

 

10.  Hari libur asyik rasanya

Rasa senang pastilah itu

Wahai kawan jaga rahasianya

Agar teman selalu bersatu







#SelamatPagiDunia
#PagiDiPasadena
#HelloDanHola
#MariSalingMemotivasiDanMenginspirasiDemiKebaikanNegeri