Rabu, 10 Februari 2021
Pidato
Assalamualikum Wr Wb
Salam sejahtera untuk
kita semua
Yang terhormat bapak
ibu dewan juri
Yang kami hormati bapak
ibu guru serta teman teman yang saya banggakan
Pertama –tama marilah,
puji syukur kita haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas segala
limpahan karunianya kita bisa bertemu pada kegiatan lomba siswa berprestasi
ini.
Selanjutnya,
perkenankanlah saya berdiri disini, sedikit berbagi menyampaikan beberapa hal
terkait dengan budaya yang ada di kota semarang. Sebagaimana kita ketahui Semarang
dengan slogannya yaitu kota ATLAS ( aman, tertib, lancar, asri, dan sehat ) adalah
ibu kota Provinsi Jawa Tengah.
Dan sebagai jantungnya
Provinsi Jawa Tengah, Semarang tentu menyimpan berbagai potensi yang bisa
dikembangkan untuk kesejahteraan warga masyarakatnya. Baik potensi sumber daya
manusianya, potensi sumber daya alamnya dan potensi budayanya.
Oleh karena itu sebagai
warga masyarakat yang baik, kita hendaknya selalu menjaga dan melestarikan
segala potensi tersebut dengan penuh tanggung jawab dan bijak. Sehingga dengan sikap
tersebut, segala bentuk kebudayaan yang ada di Kota Semarang bisa tetap lestari
dan bisa menjadi penangkal budaya negatif yang tidak sesuai dengan kaidah
budaya bangsa, khususnya di Kota Semarang.
Sebagai kota
metropolitan yang mayoritas budayanya merupakan akulturasi berbagai budaya
yaitu budaya jawa, budaya arab, budaya eropa dan budaya china. Di Semarang juga
bisa kita temukan berbagai potensi budaya baik dalam bentuk bangunan, adat
istiadat, makanan dan kesenian.
Bangunan seperti Klentheng
Sampokong, Gereja Blendhuk, Masjid Agung Semarang, Candi di Kecamatan Tugu,
Tugu Muda, dan Vihara di Watu Gong adalah beberapa contoh bangunan hasil budaya
yang ada di Kota Semarang. Bahkan yang membanggakan Gereja Blendhuk saat ini sudah
bisa kita temui dimana mana dalam bentuk perangko.
Kemudian makanan
seperti lumpia, roti ganjel rel, wingko babat, gule bustaman, tahu pong juga
merupakan hasil budaya dalam bentuk kuliner di Semarang. Selanjutnya bentuk
budaya di kota semarang lainnya yang bisa kita temui adalah Dugderan setiap
bulan Ramadhan, tari gambang semarang dan warak ngendhog.
Maka dari itu, dengan banyaknya
budaya di kota semarang. Kita sebagai warga dan tentunya sebagai siswa harus selalu
mempelajarinya dan berusaha sekuat tenaga menjaga serta melestarikan budaya
tersebut. Agar selain menjadi khasanah kekayaan bangsa, juga bisa menjadi benteng
penangkal dari rongrongan budaya negatif bangsa lain yang tidak sesuai dengan norma
kepribadian bangsa kita. Amin..
Sehingga harapan kita,
Semarang sebagai “The Port of Java” dan sebagai Pesona Asia bisa tetap menjadi
pusat budaya positif dan kita bisa menjadi generasi penerus yang cerdas,
bermoral, dan berbudi pekerti luhur. Tentunya demi semarang yang lebih baik dan
Indonesia yang lebih hebat. Amin..
Demikian yang dapat
saya sampaikan bila mana ada kesalahan baik tutur kata, sikap dan perilaku,
saya mohon maaf yang sebesar besarnya. Sekian dari saya, wassalam. Wr.wb.
Assalamuaaikum WrWb, Berikut adalah salah satu contoh pidato lomba mapsi ... Selamat menikmati.
Assalamu alaikum.wr.wb..
Alhamdulillahilladzi
hadza nalihadza, wamakunna linahtadia laula anhadaanallah ...
Ashadu alla ilaaha
illlallah, waashadu anna sayyidana muhammadan ‘abduhu wa rosuluh laa nabiyya
ba’da.
Robbis rohli sodri,
wayassiril amri, wahlul ’uk datammillisani yafqohuu qouli.
Yang terhormat bapak ibu
dewan juri
Yang kami hormati bapak
ibu kepala sekolah
Serta kawan-kawanku yang kami
banggakan
Jamaaaahhh ...
Barakallah...
Mapsi subhanallah ...
Puji syukur, mari kita haturkan ke
hadirat Allah SWT yang telah memberikan rakhmat serta karunianya kepada kita.
Sehingga pada hari ini kita bisa berkumpul dan berjumpa dalam acara yang penuh
majlis ilmu serta ridho Allah SWT ini.
Shalawat serta salam mari
kita haturkan ke junjungan kita Nabi Muhammad SAW, karena atas jasa beliau, serta
atas uswatun khasanahnya, kita semua bisa menjalankan segala yang diperintahkan
Allah dengan baik.
Bangsa Indonesia adalah
bangsa yang besar, Bangsa Indonesia adalah bangsa yang beriman kepada Allah SWT.
Sehingga, sebagai warga negara yang baik. Kita harus selalu menjunjung tinggi Besarnya Bangsa Indonesia dengan selalu
menjaga persatuan dan kesatuan.
Jangan sampai
dengan maraknya berita bohong atau hoaks, gesekan antar golongan yang terjadi
akhir-akhir ini, memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.
Sebagai generasi penerus
bangsa, kita harus bisa mencegah pecahnya persatuan bangsa, kita harus
bisa menyaring informasi dengan benar, dan kita harus bisa mencintai bangsa ini.
Nabi bersabda Khubbul wathan Minal iman
yang artinya, “Cinta tanah air sebagai salah satu bentuk dari iman”.
Berdasar hadist tersebut,
sudah sangat jelas bahwa kita harus menjaga persatuan dan kesatuan, kita harus cinta
tanah air. Karena hal tersebut adalah bagian dari iman.
Dengan cara dan dalam
bentuk apa? Sebagai siswa kita bisa mengisi dan menjaga persatuan ini dengan
selalu belajar menjadi lebih baik. Kita
juga
harus membiasakan
menggunakan barang produksi dalam negeri, saling menghormati
perbedaan yang ada, tolerasi antar umat beragama, menyayangi teman dan tidak
saling mengejek satu sama lain.
Selain itu, bangsa kita adalah bangsa
yang plural, yang heterogen, baik sukunya, bahasanya dan adat istiadatnya. Oleh
karena itu, wajib bagi kita untuk saling menghormati dan menyayangi satu sama
lain.
Ingat, Bhineka Tunggal Ika adalah
semboyan bangsa kita, ini sudah
sesuai dengan firman Allah
dalam Al Quran surat Al Hujurat ayat 13 :
Yaa ayyuhannaasu innaa
kholaqnaakum min dzakariwwaunsaa, waja’alnaakum syu’ubawwaqabaaila lita’arafu
..
Artinya : Hai manusia, sesungguhnya
kami menciptakan kamu dari seorang
laki-laki dan perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku
supaya kamu saling mengenal ..
Dalam hadist dikatakan
juga, bahwa berjamaah adalah penuh rakhmat dan perpecahan adalah siksa.
Jadi, sudah sangat jelas bahwa berjamaah atau menjaga persatuan dan
kesatuan adalah salah satu bentuk akhlaqul karimah atau akhlaq yang mulia, baik
dihadapan Allah dalam lingkup hablumminallah dan dihadapan manusia dalam
lingkup sosial atau hablumminannas.
Sehingga, dengan hablumminallah dan hablumminannas yang baik,
ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah basyariah bisa
terbentuk dengan baik.
Tentunya demi Indonesia yang lebih berkah, dan lebih
berkarakter.
Demikian yang dapat kami
sampaikan, bila ada tutur kata, sikap maupun tingkah laku yang kurang berkenan,
kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Wallaahu muwaffiq ila aqwamittaariq.
Wassalamualaikum.wr.wb....
Indonesia negara
besar
Bersarnya tiada
yang menandingi
Karena kita siswa pintar
Mari kita saling menyayangi
Belajar
Nyata Maya
Karya
: Nur Rakhmat
“ Kak, ini kok
jadi seperti ini? ”
Seperti biasanya
pagi itu, adikku yang bernama Maya sedang belajar bersama guru dan teman teman
secara langsung dengan menggunakan di gawainya yang memerlukan cukup banyak
kuota. Kebetulan tiba – tiba video yang ditonton tidak bisa berputar.
“ Kak Raya, Kakak
di mana? “ teriak Maya semakin lebih keras.
“ Sebentar Maya,
ini kakak sedang jalan! “
Terpaksa aku yang
sedang mencuci baju seragamku dan Maya adikku menuju ke Maya yang sedang
bingung menghadapi gawainya yang videonya tidak bergerak.
“ Oooalah ...
ternyata paketan internetmu sudah habis May! “
“Mana buktinya
kak? Ini penting soalnya Kak. Nanti aku takut ketinggalan pelajaran dari Bu Guru Kak! “
Dasar Maya adikku,
selalu ada saja yang dia sampaikan setiap menemui masalah yang dihadapinya.
Tapi memang, aku dengarkan dari jauh, saat itu dia sedang mendengarkan
penjelasan penting dari Bu Guru.
“ Yaudah sana Dek,
kamu beli paket data di warung konter Pak Salim ya? Nih uangnya, tadi uang saku
kakak sisa. “
Tanpa basa basi,
Maya langsung lari ke warung Pak Salim. Namun, baru beberapa langkah, dari arah
samping rumahnya terlihat Arya tertunduk lesu sambil sesekali melihat genggaman
tangannya.
Dan tiba-tiba ...
Grubak !!
“ Aduh sakit ... “
Kulihat Arya
mengerang kesakitan sambil memegang tangannya yang terlihat lecet. Dan Maya
yang jatuh, juga terlihat mengerang kesakitan sambil teriak teriak
“ Jalan kok tidak
lihat lihat, nih jadinya kayak gini! “ teriak Maya kepada Arya.
Terlihat Arya diam
sambil berusaha bangkit dan mencari cari sesuatu seperti ada yang hilang.
“ Uangku di mana
ya ? tadi saat tertabrak kamu, jatuhnya di mana May? “
“ Lo, Kamu
menuduhku mengambil uangmu yang jatuh ? “ Jawab Maya sambil terlihat marah.
“ Aku tidak menuduhmu?
Ya, siapa tahu tadi kamu tahu? “ Tukas Arya.
Kulihat mereka
berdua semakin tidak karuan, bukannya berhenti, justru mereka semakin terlihat
seperti hendak bertengkar.
“ Hei, Maya , apa
yang kamu lakukan? “ Tanyaku ke Maya sambil berlari ke arah mereka berdua.
“ Arya menuduhku,
mengambil uangnya Kak? “ kata Maya sambil berteriak seperti biasa.
“Aku tidak
menuduhmu, Aku hanya bertanya di mana jatuhnya” bela Arya.
Saat mereka saling
bersahut sahutan bicara terlihat, tidak jauh dari Maya, gumpalan kertas yang
seolah olah seperti uang kertas.
“ Coba,di dekatmu
itu May, ada gumpalan kertas, kamu lihat uang bukan? “
“Iya Kak, ini uang
! “
“ Itu uangku, itu
uangku, itu uangku ..., rengek Arya yang melihat uangnya di bawa Maya.
Terlihat Arya
merengek minta dikembalikan sambil mengusap usap air matanya.
“ Nih, uangmu !
Makanya hati hati jalan ! “ kata Maya kepada Arya.
Dasar Maya, masih
saja mengganggu dan suka jahil kepada temannya. Sudah tahu Arya tergesa gesa
seolah mau pergi ke tempat yang penting.
“Memangnya kamu
mau kemana? ‘ tanyaku kepada Arya.
“ Iya Kak, aku mau
ke warung Pak Salim mau membeli paket data pulsa karena saat belajar bersama
tadi, tiba tiba tidak memutar videonya.” Jawab Arya.
“ Ngapain kamu, ke
warung Pak Salim? “ tanya Maya Penasaran.
“ Aku hendak
membeli data, May. Namun, uangku tinggal segini tidak cukup untuk ikut belajar
sambil melihat video dari bapak ibu guru. “ Jawab Arya.
“Eh, apa gini aja.
Sebagai permintaan maaf karena telah menuduhmu mengambil uangku. Ini kukasih
sedikit uang tambahan untuk beli paketannya. “ kata Maya ke Arya.
“ Bener May ? “
Aku dan Arya
serentak tidak percaya Maya bisa bersikap seperti itu. Sungguh di luar
kebiasaan Maya.
“ Iya Kak, tenang
Arya. Ini semua agar kamu bisa belajar bersama bapak ibu guru dan teman
temanmu. Karena akupun sudah pernah mengalaminya. Tenang saja Kak. “
“ Oke May,
terimakasih ya May. Akhirnya setelah dari warung Pak Salim aku bisa belajar
lagi nanti” Kata Arya ke Maya.
“ Ya udah May, aku
ke warung Pak Salim dulu ya.” Ucap Arya sambil berlari kembali sambil melambaikan
tangan.
Terlihat Arya
sudah hampir sampai di warung Pak Salim dan aku bersama adikku pulang terlebih
dahulu ke rumah dan tidak jadi ke warung Pak Salim.
“May, kamu kok
tumben mau berbagi ke temanmu? Biasanya kamu paling jago untuk pelit ... he he
he “ tanyaku kepada adikku Maya.
“ He he he, kan aku peduli Kak? “
“ Jadi aku berikan
sebagian uangku ke Arya. Lagian kan, aku masih ada sisa sedikit kak !”
“ La, terus nanti
sisa uangnya dari mana? “
“ Jelas dong, ya
dari uang kakak! “
“ Maya, maya, kok
ke kakak lagi? “
“ Ya, kan. Kakak
yang paling tua, jadi kakak wajib tanggung jawab. “
“ Ya, benar juga
sih. Jadi kakak harus tanggung jawab dan peduli kepada semuanya.
“ Nah, setuju kak !
Jadi nanti kita bareng bareng belajar untuk peduli dengan kondisi lingkungan.”
“ Betul sekali
ajakanmu Maya. Peduli dan memiliki rasa empati dan simpati juga sangat bagus
dan merupakan bentuk belajar nyata dan realita untuk kita, Maya.” Kata kakek
yang tiba tiba datang dari balik pintu belakangku.
“Karena belajar ya
tidak hanya videonan ataupun youtuban saja, namun juga membutuhkan langkah riel
dalam kehidupan nyata. Contohnya seperti tadi, walaupun kamu kesulitan dan
membutuhkan, kamu tetap berbagi ke temanmu “ lanjut kakek.
“Iya kek, terimakasih
kek “ kataku kepada kakek yang selalu merawat aku dan adikku.
“Hore, jadi aku
tadi juga belajar ya Kak, jadi tidak ketinggalan belajar Kak! Asyik”
Terlihat Maya
sangat senang dan gembira mendengar petuah kakek. Benar benar belajar nyata
buat Maya.
Selamat Membaca
dan selamat menikmati
Selasa, 09 Februari 2021
Bismillah ...
Selamat Membaca ...
Senyum
Manis Ustadz Kanta
Oleh
: Nur Rakhmat
Hari
mulai senja dan binatang malampun sudah bernyanyi menyambut datangnya sang
idaman. Tampak pemuda dengan tegapnya berjalan menyusuri pematang sawah. Obor dari
segenggam daun kelapa kering dia gunakan untuk menerangi malam. Hari itu cukup
gelap, apalagi di dusun tersebut listrik belum ada jaringannya dan sang bulan
masih malu menunjukkan mukanya serta masih tenggelam dalam dekapan sang senja.
Ustadz
Kanta, orang-orang di lingkungan Dusun Kanjengan sering memanggil namanya. Siapa
yang tidak mengenal Ustadz Kanta. Seorang ustadz muda, gagah, lulusan pesantren
dan anak seorang ulama terkenal dari kampung sebelah pula. Terlebih Ustadz Kanta
sangat mahir dalam ilmu agamanya. Walau bergelimang dengan segala kelebihannya itu, ia tetap bersemangat untuk berdakwah
menyampaikan ilmu agama di kampung pelosok jauh dari hiruk pikuk dan mewah
dunia. Terlebih perilakunya sangat sopan, ia sangat menghormati orang lain dan
yang lebih mengagumkan ternyata dia seorang yang hafal Al Quran atau istilahnya
seorang hafidz.
Maklum
dengan segala kelebihan yang dimilikinya itu, banyak penduduk Kampung Kanjengan
yang suka terhadap sikap dan perilaku ustadz muda tersebut. Mulai dari
anak-anak sampai orang tua termasuk Aina. Sudah lama sekali Aina kagum terhadap
ustadz muda tersebut. Terhitung sejak pertama kali Aina mengikuti pengajian
remaja saat dia duduk di akhir kelas 3 Madrasah Aliyah atau setingkat SMA waktu
itu.
Aina
teringat awal perjumpaannya dengan Ustadz Kanta. Saat itu dia ditunjuk menjadi
pembawa acara pengajian remaja di Masjid Darussalam di Kampung Kanjengan. Ia
tak pernah lupa kejadian yang membuatnya dekat dengan ustadz tersebut. Saat itu,
Aina memanggil Ustadz Kanta dengan nama Ustadz Kenta. Entah apa yang Aina
pikirkan saat itu, bisa-bisanya dia memanggil Ustadz Kanta dengan nama Ustadz
Kenta. Tapi apa yang terjadi setelah panggilan salah sebut itu terjadi? Ustadz
Kanta tidak marah bahkan ia balik tersenyum sama Aina. Nah senyuman itu yang
sampai sekarang masih terbayang-bayang di pikiran Aina, senyum manis Ustadz
Kanta.
Ya,
senyum manis Ustadz Kantalah yang membuat Aina sampai sekarang seolah tidak mau
mengenal laki-laki manapun di dunia ini. Terlebih sejak pertemuan awal dengan
ustadz muda tersebut, hati Aina seolah sudah terpatri dan menempel dengan yang
namanya Ustadz Kanta. Ke mana Aina pergi pasti selalu teringat senyum manis
Ustadz Kanta. Aina pergi ke pasar membantu ibunya jualan buah, juga senyum
manis sang ustadzlah yang selalu membayang di benak Aina.
Tetapi
Aina bukanlah wanita yang lemah dan rapuh imannya. Dia juga punya harga diri
dan tidak lupa akan jati dirinya kalau dia adalah perempuan. Seorang perempuan dusun
yang terikat aturan norma di lingkungan dusun tersebut. Walaupun ayah dan
ibunya bukan perangkat dusun, bukan orang yang terkenal di Dusun Kanjengan
tersebut, tetapi sejak kecil Aina dididik oleh ibunya untuk bersikap
sebagaimana seorang wanita muslim bersikap. Selain sudah memakai jilbab sejak
kecil, Aina juga dimasukkan ke pesantren dan sudah lulus pesantren bersamaan
dengan dia lulus Madrasah Aliyah di kota.
Aina
memang dididik dengan baik oleh orang tuanya, sehingga sejak dia lulus Sekolah
dasar Aina dikirim ke pesantren oleh ayahnya. Aina dititipakan di pesantren
sekaligus yang ada tempat sekolahnya yaitu di Pesantren Ma’hadil ‘Ulum asuhan
KH. Asnawi Kholil. Jadi sudah pasti ilmu agama Aina juga sangat mumpuni.
Terlebih Aina juga sudah memadukan antara ilmu pesantren dengan ilmu di
madrasah yang dikombinasikan dengan ilmu umum. Jadi tidak dipungkiri lagi kalau
Aina adalah seorang perempuan solehah.
Oleh
karena itu, walaupun Aina kagum dengan Ustadz Kanta, tidak ada orang yang tahu
kalau Aina kagum berat dengan Ustadz Kanta. Aina memang pintar dan hati-hati
dalam urusan cinta tersebut. Apalagi ia teringat dengan pesan pak Kyai Asnawi
saat di pesantren dulu, “Kalau urusan cinta dengan makhluk apalagi urusan
pacaran, serahkan pada Allah. Jangan sampai gara-gara pacaran kita semakin jauh
dari Allah. Maka pacaran boleh saja asal kalian sudah menikah”.
Begitu
wejangan pak kyai kepada Aina dan santri lainnya. Aina juga tidak ingin ada
fitnah dan gunjingan tidak baik dari orang-orang terkait dirinya dengan Ustadz
Kanta. Walaupun begitu, masih banyak saja warga usil dengan menjodoh-jodohkan
dia dengan Ustadz Kanta. Dalam hati Aina bersyukur, dan namun di sisi lainnya
dia juga berpikir apakah seorang Ustadz Kanta yang pintar dan digemari banyak
orang mungkin jatuh cinta padanya.
“Senyum manis yang penuh arti” batin
Aina dalam hati. Aina tersenyum-senyum sendiri sambil sesekali dia melihat
hamparan sawah dari balik jendela rumahnya.
“Aina, ayo ke masjid. Sudah adzan
isya” panggil ibunya yang sudah bersiap ke masjid.
“Iya
bu, tunggu sebentar”
Aina
bergegas mengambil mukena di ruang sholat rumahnya. Dan menyusul ibunya yang
sudah menunggu di pintu.
“Ayo,
berangkat. Oiya, tadi tidak sholat
maghrib berjamaah, apa belum selesai “tamunya”? Tanya ibu Aina sambil
melangkahkan kaki ke masjid.
“Iya
bu, ini baru selesai tadi sehabis maghrib” jawab Aina.
Akhirnya
merekapun sampi masjid dan sekali lagi Aina bertemu dengan laki-laki pujaannya,
Ustadz Kanta. Dia lihat sang ustadz sudah bersiap memimpin sholat maghrib
berjamaah. Adem, tenang, damai hati Aina menjadi makmun Ustadz Kanta.
***
Malam sudah semakin larut, namun
Aina tetap masih terbayang damainya menjadi makmum sholat Ustadz Kanta. Ia
membayangkan mejadi makmum sholatnya saja sangat damai dan tenang apalagi
menjadi makmun dalam kehidupan sebenarnya, ya menjadi istri Ustadz Kanta.
Segera Aina menepis pikiran itu jauh-jauh.
Astaghfirullah, ampuni khilaf hambamu
ini ya Allah. Ucap lirih Aina dalam hati. Bayang-bayang itu semakin lama
semakin kuat. Bayang-bayang senyum manis sang ustadz yang menjadi idamannya
selalu menggelanyut dalam batin dan jiwanya. Bayang-bayang sosok yang Aina
idamkan menjadi imam dan ayah anaknya kelak sudah sangat berat untuk
dihilangkan.
“Ya Allah, berikanlah yang terbaik bagi hambamu Ya Allah, hanya kepadamu kami mohon dan hanya padamu kami minta pertolongan serta petunjuk. Ya Allah kalau memang Ustadz Kanta berjodoh denganku dekatkanlah Ya Allah dan kalau memang dia bukan jodoh hamba berikanlah yang terbaik bagi kami dan jauhkanlah kami dari segala fitnah. Amin” doa Aina dalam hati. Aina terlelap dan membawa mimpi indahnya bersama senyum manis sang ustadz yang semakin mempesona..
#MariSalingMemotivasiDanMenginspirasiDemiKebaikan Negeri
#PagiDiPasadena
#PernahIkutEventPuisiKlungkung2016
Aduhai Indah Kau Indahnya
Oleh : Nur Rakhmat
Gelombang
terjal Bukit Mundi memanggil pembawa kendi dalam riang hari ini
Belaian
angin samudra bagai nyawa dalam berita kawan tak jumpa jelaga
Hamparan
Nusa Penida bagai pengobat luka lara nan merana
Emas
laut rumput laut petani laut tiada kalut dalam dunia penuh kabut
Aduhai
indah kau indahnya
Bentang
pantai bagai cincin emas dalam dunia yang memanas
Uang
kepeng dalam wadah yang tiada enteng
Seakan
tiada pernah hilang dan selalu tumbuh dalam tubuh penuh peluh
Wahai
“Bumi Serobotan”
Wahai
anak dewata
Aduhai
indah kau indahnya
Pasadena, 29 Juni 2016
Berikut adalah contoh pantun nasihat ...
Selamat membaca dan meresapi serta mendalami maknanya ...
Belajar membaca di Semarang
Jangan lupa membeli lumpia
Agar kita disayang orang
Mari jaga hidup bertetangga
2.
Pergi ke Ungaran naik
kereta
Kereta
berwarna merah dan hitam
Marilah
mari sayang orang tua
Pasti
masa depan tiada suram
3.
Makan kue bersama Paman
Paman
senang hati riang
Kalau
kita ingin hidup aman
Cinta
damailah dengan penuh sayang
4.
Makan roti di Stasiun
Tawang
Roti
dimakan enak rasanya
Kejujuran
tentu pasti menang
Menang
karena ikhlas hatinya
5.
Di semarang ada tugu muda
Di
jakarta ada tugu monas
Wahai
kawan ayolah menjaga
Menjaga
sikap baik hilangkan malas
6.
Makan jagung tiada susah
Jagung
dimakan enak rasanya
Jika
ingin hidup ini berkah
Ayo
bekerja kuatkan semangatnya
7.
Pantai selatan selatan
Jawa
Kota
Purworejo selalu di hati
Ayo
segera hindari dusta
Karena
dusta rugikan diri
8.
Makan nasi dengan bubur
Bubur
dimakan bersama teman
Mari
kita biasakan jujur
Karena
jujur karakter idaman
9.
Kota Semarang bangun
bandara
Bandara
itu di dekat pantai
Memang
hidup harus membara
Agar
tua hendak bisa santai
10.
Hari libur asyik rasanya
Rasa
senang pastilah itu
Wahai
kawan jaga rahasianya
Search
Video
Kurtilas